RADARDEPOK.COM–Berbagai perbincangan kembali dibahas dalam Ngobrol Pendidikan Islam (Ngopi) bersama Komisi VIII DPR RI, berlangsung Minggu (1/10) di Pandawa Ballroom, Hotel Santika, Beji, Kota Depok.
Agenda Ngopi kali ini membahas berbagai hal. Salah satunya mengenai permasalahan yang timbul di lingkup masyarakat, terkait angka perceraian yang masih tinggi dan berbagai permasalahan lainnya di Kota Depok.
Baca Juga: Sensasi Mie Gaplok, Kuliner Terpedas di Depok yang bikin Ngeri, Berani coba!
“Alhamdulillah pada acara Ngopi kali ini begitu luar biasa. Peserta begitu aktif dalam memberi pertanyaan, tanggapan maupun masukan,” ungkap Anggota DPR RI Dapil VI Jawa Barat (Kota Depok dan Kota Bekasi), Nur Azizah Tamhid, Minggu (1/10).
Peserta yang hadir, sambung Nur Azizah Tamhid, mengungkapkan berbagai permasalahan-permasalahan yang timbul di lingkup masyarakat. Seperti permasalahan keluarga, termasuk tingginya angka perceraian, juga terkait masalah pendidikan islam atas kurang mampunya anak-anak dalam membaca alquran.
“Salah satunya orang tua yang kurang bertanggung jawab. Kemudian angka-angka perceraian yang tinggi. Itu kan tindakan dari orang-orang yang kurang bertanggung jawab, menjadikan keislaman yang kurang kokoh,” tutur Nur Azizah Tamhid.
Nur Azizah Tamhid mengatakan, untuk menuntaskan permasalahan-permasalahan tersebut, itu semua tergantung bagaimana solusi yang diberikan Kementerian Agama Republik Indonesia (Kemenag RI).
Baca Juga: Ulama Jawa Barat Dukung Ridwan Kamil Menjadi Cawapres di Pemilu 2024
Tergantung juga bagaimana solusi yang diberikan Seksi Bimbingan Masyarakat Islam (Bimas Islam) Kemenag Depok, yang seharusnya memiliki program-program tersendiri untuk menangani itu semua.
“Saya juga menginginkan kejelasan itu sebetulnya, yang mudah-mudahan nanti bisa saya komunikasikan atau menanyakannya secara langsung,” kata Nur Azizah Tamhid.
Baca Juga: Floating Market Lembang, Tempat Wisata Paling Lengkap Mulai dari Kuliner hingga Kampung Jepang
Nur Azizah Tamhid mengungkapkan, semisal ada kekurangan atau segala sesuatu untuk menangani permasalahan yang dimaksud, sebenarnya bisa diusulkan ke pemerintah pusat.
“Tapi Alhamdulillah semuanya berhasil ditanggapi dengan baik, juga termasuk solusi yang diberikan dengan beberapa narasumber yang dihadirkan,” terang Nur Azizah Tamhid. (ama)
Artikel Terkait
Perceraian Hampir Tiap Hari, Pancoranmas Cegah KDRT
Sekolah Pra Nikah (SPN) jadi Andalan Kota Depok : Empat Tahun Tekan Angka Perceraian, 2022 Sekolahkan 500 Remaja
Ini Jumlah Pernikahan dan Perceraian di Kota Depok Kurun 2022
Angka Perceraian di Tahun 2022 Kota Depok Turun, Jadi Segini
Angka Perceraian di Depok Turun, Ini Rinciannya
Orangtua Istri Korban KDRT di Depok Minta Keadilan, Sudah Jalani Sidang Perceraian