RADARDEPOK.COM – Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) DPRD Kota Depok tengah menyoroti arah pembangunan di sektor pendidikan di Kota Depok. Termasuk, rencana belanja mebel dengan anggaran APBD sebesar Rp17.556.748.000.
Ketua Fraksi PKB DPRD Kota Depok, Siswanto mengaku prihatin dengan arah pembangunan di sektor pendidikan di Kota Depok. Karena, karena masih jauh dari kata strategis.
"Kami belum melihat ada rencana strategis dalam pembangunan khususnya di dunia pendidikan. Arah kebijakannya masih parsial," ungkap Siswanto kepada Harian Radar Depok, Selasa (15/4).
Baca Juga: Anak Korban Penembakan Softgun Bebas, DPRD Kabupaten Bogor Minta Keadilan
Misalnya, kata dewan Dapil 6 ini, masih banyak gedung sekolah saat ini dalam kondisi memprihatinkan. "Tapi sayang, kebijakannya tidak mengarah ke sana," kata Siswanto.
Harusnya, ujar Siswanto, pembangunan difokuskan pada memperbaiki gedung sekolah-sekolah yang rusak Seperti yang disampaikan Walikota dalam rapat paripurna DPRD beberapa waktu lalu.
"Saya masih ingat Walikota menyebut ada ratusan gedung sekolah yang mengalami kerusakan ringan, puluhan rusak sedang, dan belasan gedung yang rusak berat. Nah ini harusnya dijadikan PR prioritas," kata dia.
Belum lama ini, legislator yang juga sekretaris Komisi D ini mengaku menanyakan tentang nasib SDN 29 di Sukmajaya yang ambruk beberapa bulan lalu.
"Jawabannya ya gitu. Intinya belum ada progres perbaikan karena menunggu dana Bantuan Tidak Terduga (BTT)," kata dia.
Siswanto mengaku semakin prihatin ketika mengetahui ada kegiatan belanja mebel di Dinas Pendidikan untuk sekolah-sekolah dasar. Nilainya pun cukup fantastis yakni sebesar Rp 17,5 miliar.
"Jadi saat saya buka aplikasi Sistem Informasi Rencana Umum Pengadaan, Disdik Kota Depok ada rencana belanja mebel dengan anggaran APBD sebesar Rp 17.556.748.000. Bagi kami ini nilai cukup besar," ungkap Siswanto.
Padahal, lanjut Siswanto, anggaran sebesar itu cukup untuk memperbaiki gedung sekolah. Kalau tidak, anggaran tersebut bisa digunakan untuk bantuan beasiswa bagi siswa dari keluarga prasejahtera.
"Itu yang kami maksud bahwa arah pembangunan pendidikan di Kota Depok tidak strategis," ujar dia.
Artikel Terkait
Lahan 5.637 Meter di Sukatani Depok Diusulkan Bangun untuk Sekolah Rakyat
Dedi Mulyadi Larang Ngecrek Sumbangan di Jalan Raya Mulai Hari Ini, SE Disebar
Indonesia U17 vs Korea Utara U17: Garuda Dilarang Lengah, Berikut Jadwal dan Susunan Pemainnya!
Dapat Hibah Bus Sekolah, Pelajar Depok Dilarang Bawa Motor
Tetap Waspada! Kata Pengamat Badai PHK Hantui Depok
Polisi Garap Dugaan Oknum Guru Asusila di Depok, DPRD Segera Panggil Disdik-Sekolah
Investasi Emas di Depok Berkilau, Toko Perhiasan Diserbu!