RADARDEPOK.COM - Koalisi Partai Golkar dengan PKS makin hari makin mesra jelang Pilkada Depok, Jumat (7/6).
Duet partai besar yang mengusung Imam Budi Hartono dan Ririn Farabi Arafiq ini siap menjemput takdir kemenangan.
Malah, Partai Golkar Depok saat ini diminta terus turun ke masyarakat, demi membumikan nama Ririn Farabi Arafiq, sembari nunggu Surat Keputusan (SK) koalisi dengan PKS.
Baca Juga: Imam Budi Hartono Pertahankan Ayomi Warga Depok, Semua Masyarakat Berhak Mendapat Pelayanan!
Ketua DPP Partai Golkar Bidang Ormas, Fahd Arafiq menegaskan, koalisi Partai Golkar dan PKS saat ini komunikasi terus intens, dan koordinasi antar partai terjalin dengan baik.
Saat ini, dia memerintahkan Partai Golkar Kota Depok untuk tetap turun ke masyarakat. Ini dilakukan guna menaikkan elektabilitas serta popularitas Ririn Farabi Arafiq.
Baca Juga: Patuhi SE Netralitas, Wakil Walikota Depok Imam Budi Hartono Siap Sinergi dan Merangkul Semua ASN
Terkait SK koalisi, sambung Fadh Arafiq, dari DPP Partai Golkar dan PKS sudah 99 persen selesai, tinggal tunggu waktu deklarasi dalam waktu dekat ini.
Fahd Arafiq menyatakan, akan turun langsung membantu pemenangan Pilkada 2024 bersama Golkar dan PKS.
"Saya tidak main-main, saat ini waktunya Partai Golkar berbuat banyak buat Kota Depok. Saya meminta semua kader, simpatisan bergerak menangkan Imam dan Ririn," tegas Fadh Arafiq kepada Radar Depok, Jumat (7/6).***
Artikel Terkait
SK Koalisi PKS-Golkar di Pilkada Depok Keluar! Deklarasi Imam Budi Hartono-Ririn Farabi Arafiq Tinggal Tentukan Hari
Kompak Parah! Ketua Farabi Ajak Imam Budi Hartono Sandingkan SK Koalisi Pilkada Depok ke DPP Golkar
Dewan T Farida Rachmayanti Meninggal, Ini Ucapan Duka Wakil Walikota Depok Imam Budi Hartono
Catat! Pekan Ini Golkar Keluarkan SK Pasangan Imam Budi Hartono-Ririn Farabi Arafiq di Pilkada Depok
Wakil Walikota Depok Imam Budi Hartono Puji Pembangunan IKN Berkonsep Kota Hutan Paket Lengkap
Wakil Walikota Depok Imam Budi Hartono: Mendagri The Best Keynote Speaker
Wakil Walikota Imam Budi Hartono: Depok Masuk 11 Kota Mudah Dikembangkan, Ini Alasan Mendagri