utama

Sukabumi Darurat Bencana : 27 Desa Dihujam Banjir Bandang, Pergerakan Tanah, hingga Tanah Longsor

Kamis, 5 Desember 2024 | 05:15 WIB
DIKEPUNG BENCANA : Suasana rumah yang terkepung banjir di Sukabumi (DOKUMEN RADAR SUKABUMI)

RADARDEPOK.COM-Alarm status tanggap darurat di Sukabumi dibunyikan pemerintah setempat setelah cuaca ekstrem, mulai dari banjir, longsor, hingga pergerakan tanah terjadi sejak 3 sampai 4 Desember 2024. Akibatnya, warga menjadi korban, jalan provinsi terputus, yang terjadi di 20 kecamatan.

Berdasarkan data sementara yang disampaikan Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BPBD Kabupaten Sukabumi, hujan deras dengan intensitas tinggi yang berlangsung sejak 3 Desember 2024 sampai 4 Desember 2024 ini, terdapat 27 desa dari 20 kecamatan yang tersebar di Kabupaten Sukabumi yang terdampak dari bencana alam tersebut.

Baca Juga: Pisang Geprek Saus Kinca Camilan Favorit Keluarga Nih, Sayang Banget Kalau Engga Dicoba Resepnya

Selain menelan sejumlah korban jiwa, bencana alam tersebut juga dilaporkan telah merusak fasilitas umum. Salah satunya, tiga akses lalu lintas di ruas jalan provinsi, terancam putus.

“Jadi, data 27 desa yang tersebar di 20 kecamatan di Kabupaten Sukabumi yang terdampak bencana alam itu, terhitung sampai pukul 13.00 WIB,” kata Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Kabupaten Sukabumi, Deden Sumpena kepada Radar Sukabumi pada Rabu (04/12).

Dari 20 kecamatan yang terdampak bencana alam ini, sambung Deden, terdapat tiga kecamatan yang masuk kategori terparah. Yakni, Kecamatan Palabuhanratu terendam banjir akibat luapan air sungai dari hilir dan di Kecamatan Sagaranten. “Untuk bencana banjir di Kecamatan Pabuaran, dilaporkan terdapat sekitar 70 rumah warga terendam air,” paparnya

Jumlah rumah maupun wilayah terdampak bencana alam ini, diprediksi akan terus bertambah, mengingat kondisi banjir masih tinggi. Sampai saat ini, tim di lapangan masih terus berupaya mendata situasi terkini.

Baca Juga: Ternyata Kamu Bisa Membuat Gulai Telur Ala Rumah Makan Padang yang Enak dan Gampang di Rumah!

Sementara, untuk akses jalan yang terdampak bencana. Yakni, ruas Jalan Provinsi Baros-Sagaranten, dilaporkan terputus. Hal ini, diakuinya membuat kesulitan petugas kebencanaan untuk bergerak ke lokasi wilayah Sukabumi selatan.

“Jadi, hanya tersisa satu jalur melalui ruas jalan Cikembar-Jampangtengah-Lengkong,” timpal Deden.

Bukan hanya itu, jalur Geopark Ciletuh mengalami dua titik terdampak dari bencana cuaca ekstrim tersebut. Yakni, jalur Simpenan-Loji terputus total dan beberapa jembatan nyaris putus diakibatkan luapan banjir. "Sementara, satu akaes lagi di jalur jembatan Cisanti, Kecamatan Simpenan," bebernya.

Selain ruas jalan Provinsi Jawa Barat, kata Deden, di ruas Jalan Nasional Cikembang, Kecamatan Cikembar - Pelabuhanratu, ikut terdampak. "Kejadian pertama di jalur itu, kejadiannya subuh, tapi masih bisa dilintasi satu arah. Namun, demikian ada titik lain di daerah sebelumnya terkena seperti kubangan. Nah, di lokasi itu tim juga tengah melakukan proses evakuasi,” kata Deden seperti dikutip dari Radar Sukabumi.

Baca Juga: Dari Olahan Gula Merah dan Santan, Bisa Jadi Puding Secantik dan Selembut Ini dengan Rasa Manis yang Menggoda

Sementara di wilayah Kecamatan Cikembar, terdapat 90 jiwa dari 45 kepala keluarga (KK) telah terdampak bencana retakan tanah, tepatnya di Kampung Cihonje, Desa Sukamaju, Kecamatan Cikembar.

“Di lokasi bencana retakan tanah itu, kondisinya masih masif yah, terlebih hujan hingga saat masih terus berlangsung,” timpalnya.

Halaman:

Tags

Terkini

Polda Metro Jaya Amankan Ganja 6,2 Kg di Depok

Kamis, 16 April 2026 | 07:00 WIB