Selasa, 31 Januari 2023

Musala Al-Karomah di Depok yang Digadang Jadi Petilasan Raden Panji Wanayasa : Batu Keramat Dimanfaatkan Buat

- Selasa, 24 Januari 2023 | 07:40 WIB
BERKUMPUL : Empat orang sedang berbicang mengenai sejarah petilasan Raden Panji Wanayasa di sebuah pendopo majelis talim Al-Karomah, Kelurahan Jatijajar, Kecamatan Tapos, Kota Depok, Senin (23/1). (WILDA/RADAR DEPOK)
BERKUMPUL : Empat orang sedang berbicang mengenai sejarah petilasan Raden Panji Wanayasa di sebuah pendopo majelis talim Al-Karomah, Kelurahan Jatijajar, Kecamatan Tapos, Kota Depok, Senin (23/1). (WILDA/RADAR DEPOK)

RADARDEPOK.COM - Sejarah dapat dijadikan sebagai objek wisata. Salah satunya Musala Al Karomah yang terletak di Situ Jatijajar, Tapos Kota Depok. Musala ini terbilang tua, dan keramat. Malah tempat ibadah ini sebagai bukti perjuangan pahlawan dalam merebut kemerdekaan bangsa Indonesia.

Laporan : Wilda Apriyani, Kota Depok

Senin (23/1) pagi, burung-burung berkicauan bersahutan tat kala menyambut hadirnya sang surya. Bantaran air yang bewarna hijau menambah sahdu Situ Jatijajar, di Kelurahan Jatijajar, Tapos Kota Depok. Memiliki luas sekitar 6,5 hektar membuat langkah kaki tak surut.

Berjalan ratusan meter menyusuri deretan pepohonan yang mengelilingi danau membentuk hutan kecil. Tampak dari kejauhan bangunan berbentuk rumah ibadah berkelir hijau. Ya itu Musala Al Karomah. Setelah menunggu beberapa saat, keluar pengelola Musala Al Karomah, Iwan. Pria itu mengenakan kaos lengan panjang berwarna gelap, dipadukan dengan celana panjang.

Sambil duduk santai di pelataran musala dan memandangi tenangnya air situ. Iwan mengatakan, kisah tempat bersejarah ini yang banyak dikunjungi masyarakat untuk berdoa dan mengenang sejarah.

Dia mengatakan, pada masa lampau. Wilayah ini menjadi tempat persembunyian para raja ketika pasukannya mengalami kekalahan. Tempat ini juga merupakan petilasan para raja dan pejuang dalam upaya mengendalikan usaha memperebutkan sebuah kemerdekaan. "Kepahlawanan mereka dikenal sebagai Babad Tuk, Kali Sunter atau abad tanah leluhur Tapos" jelas dia.

Salah satunya, tempat ini menjadi petilasan Raden Panji Winayasa, sekitar tahun 1625 silam. Sebagai informasi, Raden Panji Wanayasa, merupaka  putra Bagus Wanabaya dan cucu Pembayun di Kebayunan Tapos. Sempat berjuang melawan VOC Belanda di tahun 1629, dan menjadi ulama di Jatijajar. Diketahui, putra Panji Wanayasa adalah Lie Suntek alias Santri Bethot, yang notabene salah satu penasehat khusus kerajaan Banten.

Sebelum menjadi sarana ibadah, Iwan menuturkan, bahwa awalnya ini bak bangunan tak terawat dan dikenal dengan sebutan keramat. "Banyak orang yang tidak mau datang. Apalagi untuk berlama-lama di lokasi tersebut," kata dia.

Namun, seiring berjalannya waktu. Akhirnya masyarakat merenovasi keramat tersebut menjadi sarana ibadah yang bisa dimanfaatkan untuk menjalankan perintah Sang Khalik.

Halaman:

Editor: Fahmi Akbar

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Mimbar Jumat: Hati yang Tulus

Jumat, 27 Januari 2023 | 12:03 WIB

Kecamatan Se-Depok Daftar Funday Radar Depok

Jumat, 27 Januari 2023 | 09:20 WIB

Komisi 2 Nilai Ada Tiga BUMD dengan Kinerja Buruk

Kamis, 26 Januari 2023 | 14:43 WIB

Goci Rela Jauh-jauh Meriahkan Funday Radar Depok

Kamis, 26 Januari 2023 | 08:35 WIB
X