Minggu, 19 April 2026

Sepenggal Sejarah Pribumi Sawangan Depok, Nurisan, Pemakaman Megah, Diperuntukan Garis Keturunan : Bagian 3

Aldy Rama, Radar Depok
- Sabtu, 30 September 2023 | 10:00 WIB
Lokasi pemakaman Nurisan, yang berada di Jalan Mangga Kelurahan Pasir Putih, Kecamatan Sawangan (ALDY RAMA/RADAR DEPOK)
Lokasi pemakaman Nurisan, yang berada di Jalan Mangga Kelurahan Pasir Putih, Kecamatan Sawangan (ALDY RAMA/RADAR DEPOK)

RADARDEPOK.COM - Mungkin ini akan menjadi pembahasan terakhir soal Nurisan, selaku pribumi Sawangan yang menjadi Pegawai Kepemerintahan Belanda. Berdasarkan cerita sebelumnya, Nurisan meninggal dunia tanpa sebab di atas kuda hitam kesayangannya. Kini Nurisan sudah tenang di alam sana, dimakamkan di tempat pemakaman yang berdampingan dengan keluarganya, di wilayah Pasir Putih, Kecamatan Sawangan.

Baca Juga: Dedi Mulyadi : Lembur Pakuan Sukadaya Subang Miliki Filosofi Penting, Pendapatannya Diserahkan ke Warga

Dalam cerita kali ini, Harian Radar Depok berkesempatan untuk mengunjungi pemakaman Nurisan, yang terletak tak jauh dari kediaman Tolib Sahari, seorang pria Lanjut Usia (Lansia) berusia 90 tahun, merupakan generasi ketiga garis keturunan Nurisan.

Layaknya kasih sayang seorang cucu kepada kakeknya, Tolib Sahari rutin menjaga dan merawat makam sanak keluarganya, yang juga berdampingan dengan makam Nurisan di tengahnya, meski kepergian Nurisan sudah jauh sebelum Tolib Sahari lahir.

Baca Juga: Soal Erick Thohir Ziarah dan Doa di Makam Pendiri NU dan Gus Dur, Putra Gus Solah: Tak Salah!

Pemakamannya berada tak jauh dari kediamannya, di Jalan Mangga, Kelurahan Pasir Putih, Kecamatan Sawangan. Cukup berjalan kaki dengan jarak kurang lebih 30 meter, nampak pemakaman yang sudah dipercantik, dengan struktur bangunan layaknya saung yang begitu megah dan kokoh, diperuntukan bagi kelurga satu darah dengan Nurisan.

Saung yang dibangun berukuran kurang lebih 100 meter, dengan makam yang sudah dipetak-petak dengan rapi untuk keluarga satu darah dengan Nurisan. Di sekelilingnya, merupakan pemakaman saudara sedarah, berjumlah kisaran belasan makam.

Baca Juga: Launching SHW Center Wujud Kebangkitan UMKM Pasca Pandemi

Posisi tepatnya, saung ini berada di samping lapangan sepak bola, yang kerap digunakan warga setempat untuk bermain.

Di tempat pemakaman tersebut, juga ada makam kedua orang tua Tolib Sahari. Ayah atas nama Saari, makam ibu atas nama Saiah. Sering kali, Tolib Sahari bersama keluarga besarnya berziarah ke pemakaman. Berdoa yang terbaik kepada mendiang keluarga yang sudah lebih dulu meninggal dunia.

Baca Juga: Intip Masa Panen di KWT Mawar RW4 Duren Seribu, Upaya Tekan Stunting, Pemanfaatan Lokus P2WKSS

Banyak juga masyarakat di luar sana yang berziarah ke makam beliau. Dan sebenarnya memang diperbolehkan oleh keluarga, asal tidak minta-minta sesuatu yang aneh,” tutur Tolib Sahari.

Berdasarkan informasi yang didapat Tolib Sahari. Banyak kalangan masyarakat yang entah dari mana, meminta sesuatu di makam tersebut. Menurutnya, tindakan yang dilakukan masyarakat itu tak patut untuk dilakukan, karena itu hanyalah makam garis keturunannya.

Baca Juga: Sri Utami : Hikmah Maulid dalam Perspektif Lingkungan Hidup

Tentu keluarga melarang keras untuk tindakan itu, musyrik,” demikian Tolib Sahari menandaskan. ***

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X