Minggu, 19 April 2026

Menelisik Makam Keramat Mampang Depok, Raden Karta Widjadja Kusuma, Tokoh Penyebar Islam Abad ke 18 hingga Persinggahan Para Wali : Bagian 2

Aldy Rama, Radar Depok
- Selasa, 19 Maret 2024 | 10:35 WIB
BANGUNAN : Pendopo Makam Keramat Mampang Depok, Bapak Rafen Karta Widjadja Kusuma, Jalan Makam Bojong, RT4/3 Kelurahan Mampang, Kecamatan Pancoranmas, Kota Depok. (ALDY RAMA/RADAR DEPOK )
BANGUNAN : Pendopo Makam Keramat Mampang Depok, Bapak Rafen Karta Widjadja Kusuma, Jalan Makam Bojong, RT4/3 Kelurahan Mampang, Kecamatan Pancoranmas, Kota Depok. (ALDY RAMA/RADAR DEPOK )

RADARDEPOK.COM-Bapak Raden Kartawidjadja Kusuma merupakan salah seorang tokoh penyebar Agama Islam di Indonesia, salah satunya di Kota Depok tapi dulunya belum terlegitimasi Kota. Nyatanya, batu yang terletak di tengah pendopo tersebut merupakan petilasan atau peninggalannya semasa hidup.

Laporan : Aldy Rama

Cerita soal Makam Keramat Bapak Raden Kartawidjadja Kusuma tak terhenti begitu saja. Sebagai salah seorang penyebar Agama Islam di Indonesia, banyak hal yang dapat dikupas dari peninggalan sejarah di Kota Depok tersebut.

Baca Juga: Ini Pesan Wakil Walikota Depok Imam Budi Hartono Kepada ASN Selama Ramadan

Yusuf Supriyadi, menjadi narasumber Radar Depok kali ini. Sebagai salah satu keturunannya, dengan senantiasa ia mempersilahkan Radar Depok untuk mengupas tuntas soal makam keramat tersebut.

Menurut informasi dari mendiang kakeknya. Raden Kartawidjadja Kusuma ini merupakan salah satu penyebar agama islam di Indonesia, yang hidup pada abad ke-18.

Dan pendopo yang berada di Jalan Makam Bojong, RT4/3 Kelurahan Mampang, Kecamatan Pancoranmas, Kota Depok tersebut secara langsung dibangun saat Belanda menjajah Indonesia.

"Pendopo yang berdiri sekarang ini, dulunya merupakan tempat tirakat atau berkumpulnya para wali Allah SWT, sebagai tempat singgah dari perjalanan Cirebon ke Banten, begitupun sebaliknya, untuk mengkaji agama islam, dunia, dan akhirat," ungkap pria berusia 44 tahun tersebut.

Baca Juga: Rekomendasi Tempat Bukber di Jakarta Selatan yang Lokasinya Gak Jauh dari Blok M, Cobain Menu Spesialnya Bakmi Godok yang Bikin Nagih

Tak hanya itu saja, pendopo tersebut juga dijadikan sebagai tempat berlindung masyarakat dari berbagai wilayah di kala banyaknya serangan dari para penjajah.

Pendopo yang berdiri tersebut juga seringkali dijadikan sebagai tempat mastarakat menimba ilmu, yang dibimbing secara langsung oleh Raden Kartawidjadja Kusuma kala itu.

"Alasan pendopo tersebut dikeramatkan, itu karena banyaknya masyarakat dari berbagai wilayah yang merasa terbantu pada zaman itu. Dari segi ilmu agama, ilmu batin, dan masih banyak lagi dampak positifnya," tutur Yusuf Supriyadi.

Dalam pengakuannya, sebenarnya pendopo yang berdiri di atas luas lahan 60 meter tersebut adalah petilasan, atau peninggalan dari Bapak Raden Karta Widjadja Kusuma.

Baca Juga: Mau Tahu apa Perbedaan antara WPA dan WEP? Yuk, Disimak Ulasannya di sini

Namun, untuk makam Raden Kartawidjadja Kusuma itu sendiri belum diketahui letak persisnya di mana.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X