RADARDEPOK.COM - Rida Hesti Ratnasari telah memberikan sumbangsih pemikiranya dengan menjadi salah satu tim penulis sebuah buku yang berjudul Islam Wasathiyyah di Depok, yang baru diluncurkan oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Depok pada Jumat (3/5).
Baca Juga: Kasat Lantas Polres Metro Depok Nobar di Rangkapan Jaya : Ayo Jaga Keamanan hingga Ketertiban!
Rida Hesti Ratnasari dan bersama tiga tim penulisnya, yaitu, Yuminah Rohmatullah, Ekawati dan Cutra Sari telah menggaungkan Islam Wasathiyah sehingga Kota Depok terbuka bagi berbagai kelompok agama, tanpa terjadi konflik sosial keagamaan antar kelompok.
Rida Hesti Ratnasari sangat mengucapkan rasa syukur telah diluncurkanya salah satu karya yang ia tulis, untuk menjelaskan kehidupan multikultural yang perlu diberikan pemahaman kesadaran multibudaya dengan menghargai perbedaan.
Dengan mengandeng Doktor Perempuan Komisi Pengkajian dan Penelitian (KPP) MUI Kota Depok. Rida Hesti Ratnasari yang juga selaku Ketua KPP MUI Kota Depok menjadikan penulisan buku ini sebagai program prioritas tahun 2023.
Baca Juga: PSI Depok Sarankan Supian Suri Datang ke DPP, Dedengkot Golkar Hadiri Deklarasi Koalisi Sama Sama
Menurut Rida Hesti Ratnasari, yang melatar belakangi topik Islam Wasathiyah (Moderat) karena relevan dalam kondisi mengembalikan kohesi sosial masyarakat, mencegah potensi konflik dalam fragmentasi sosial.
“Terutama, saat ini tepat pada momentum pesta demokrasi atau tahun politik agar bisa menerapkan Islam wasathiyah dipelihara oleh MUI Kota Depok sejak awal berdirinya MUI Kota Depok.
Buku ini antara lain mengulas kiprah Ketua MUI Kota Depok terdahulu dan saat ini dalam mengadaptasi kemajemukan masyarakat di Kota Depok.
“Bahwa pendahulu kita, diantaranya tokoh yang namanya diabadikan sebagai nama jalan di Depok, yaitu KH.M. Usman, telah mengokohkan Islam Wasathiyah sehingga Kota Depok terbuka bagi berbagai kelompok agama tanpa terjadi konflik sosial keagamaan antar kelompok,” ungkap Rida Hesti Ratnasari.
Pada buku ini, Rida Hesti Ratnasari ingin menjelaskan, pengarusutamaan Islam Wasathiyah dalam segala bidang Pembangunan Kota Depok, masih dapat ditingkatkan dengan penguatan moderasi beragama, tanpa mengubah pokok pokok ajaran agama.
“Bahwa bibit-bibit intoleransi, ekstrimisme, radikalisme agama selama ini dapat dikendalikan, tidak mengemuka, namun tetap membutuhkan pendekatan pencegahan,” tutur Rida Hesti Ratnasari.
Dengan begitu, sangat diperlukan peran pemerintah, tokoh masyarakat, pendidik, cendikiawan, tokoh agama, dan juga para penyuluh agama untuk menyosialiasikan dan menumbuhkembangkan wawasan Islam Wasathiyyah di Depok.
Baca Juga: Iskandar Widjaja, Musisi Biola Kelas Dunia Dibuat Kagum dengan Bakat Warga Binaan Lapas Cibinong
Artikel Terkait
Lampu Depok Open Space Mati, Ini Perintah Tegas Pemkot kepada Kontraktor : Segera Perbaiki
Tempat Camping dan Glamping Anti Ribet yang Murah di Bogor! Viewnya Dijamin Cakep dan Udaranya Sejuk Abis
Pasangan Imam-Ririn: PKS dan Golkar Buka Pintu Koalisi bagi Partai di Pilkada Depok
58 Warga Depok Ikut Pelatihan Bahasa Jepang, Sisa Kuota 27 orang : Begini Pesan Wakil Walikota Imam Budi Hartono
Demokrat Teken MoU Koalisi dengan Golkar dan PAN Kabupaten Bogor, Bagaimana Nasib Gerindra? Ini Jawaban Dechan
PSI Depok Sarankan Supian Suri Datang ke DPP, Dedengkot Golkar Hadiri Deklarasi Koalisi Sama Sama