Minggu, 19 April 2026

Mengenal Depok Arts District dan Mural Depok (1) : Kreativitas Tanpa Batas, Mantan Karyawan Swasta

Junior Williandro, Radar Depok
- Jumat, 17 Februari 2023 | 11:15 WIB
GRAFFITI : Awenk dan Faser sedang mengerjakan seni graffiti di salah satu tembok yang berada di Kota Depok. (DOK PRIBADI)
GRAFFITI : Awenk dan Faser sedang mengerjakan seni graffiti di salah satu tembok yang berada di Kota Depok. (DOK PRIBADI)

Kreativitas dimiliki beberapa orang yang dituangkan dalam suatu karya seni. Salah satunya komunitas Depok Arts District dan Mural Depok. Keduanya merupakan komunitas seni mural dan graffiti. Seni mural sendiri memiliki nilai seni bervariatif dan seni graffiti dapat digambarkan seni lettering dengan permainan warna.

Laporan : Melania Andrea

RADARDEPOK.COM, Dari kejauhan pria yang dikuncir satu sedang membawa beberapa kaleng pilox. Terpancar dari raut wajahnya yang penuh semangat untuk memulai membuat suatu karya seni. Pria tersebut menoleh kebelakang sambil berkata kepada pria tersebut.

Baca Juga: Karyawan PT Karabha Digdaya Sumbangkan Darah, Bukti Cinta Terhadap Sesama di Hari Kasih Sayang

faser tolong ambilin pilox yang masih ada dikardus, ternyata yang dibawa masih kurang beberapa warna,” ucap pria bernama Ian Sophian, yang kerap dipanggil Awenk ini.

Siap bang ini udah dibukain kardusnya, tinggal dipakai aja nih bang piloxnya ,”jawab Muhammad Ammar yang sering dipanggil faser, sambil membawakan piloxnya.

Baca Juga: Camat Pancoranmas Gandeng Sekber Wartawan Depok Atasi Permasalahan Banjir di Wilayahnya

Hari ini cuacanya cerah banget, cocok nih buat menggambar,” kata Awenk sambil tersenyum penuh semangat.

Selesai menggambar mereka pun duduk-duduk santai sambil meneguk es kelapa ditangannya. Awenk mulai berbincang awal mula terbentuknya Depok Arts District (DAD) dan Mural Depok. Terbentuknya DAD tahun 2015 dan Mural Depok sejak 2020.

Baca Juga: Mengikuti Field Trip Pos Paud Melati Duren Mekar : Kunjungi Markas Damkar, Belajar untuk Meningkatkan Wawasan

Awalnya saya dan Faser mempunyai toko barang-barang graffiti store, lalu kami memutuskan untuk membuat komunitas ini untuk mencari dan mengumpulkan banyak teman yang hobinya sama dan memiliki jiwa seni,” jelasnya pria 40 tahun tersebut.

Awenk dan faser sudah menyukai seni graffiti dan mural sejak duduk di bangku sekolah. Maka tak heran mereka seni sudah melekat dikehidupan mereka. Sampai sekarang anggota aktif DAD sebanyak 50 orang dengan rata-rata umur belasan tahun hingga puluhan tahun.

Berbeda dengan Mural Depok yang rata-rata umurnya kisaran 30 tahun keatas, dengan banyak anggota sekitar 15 orang,” tambahnya.

Baca Juga: Danrem 172 PWY Brigjen TNI JO Sembiring Pimpin Operasi Pembebasan Pilot Susi Air

Dua komunitas tersebut tidak dipunggut biaya jika ingin bergabung, tentunya diperuntukkan yang mempunyai kemampuan dalam membuat graffiti dan mural. Selain itu mempunyai jiwa seni yang kental dan siap membuat graffiti dan mural dengan segenap hati tanpa mementingkan imbalannya.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X