Minggu, 19 April 2026

Kecamatan Tapos Depok Waspadai Bencana Alam, Biang Keroknya dari Jatijajar dan Cilangkap

Monica Reistie, Radar Depok
- Rabu, 28 Februari 2024 | 09:30 WIB
Ilustrasi warga RT 7/9, Kelurahan Jatijajar, Kecamatan Tapos diterjang banjir akibat meluapnya Kali Cipinang dan Kali Asem, beberapa waktu lalu.  (DOKUMEN RADAR DEPOK)
Ilustrasi warga RT 7/9, Kelurahan Jatijajar, Kecamatan Tapos diterjang banjir akibat meluapnya Kali Cipinang dan Kali Asem, beberapa waktu lalu. (DOKUMEN RADAR DEPOK)

RADARDEPOK.COM-Intensitas hujan yang meningkat akhir-akhir ini membuat beberapa wilayah rentan mengalami longsor dan banjir. Salah satunya, Kecamatan Tapos yang kini mewaspadai bencana alam tersebut.

Camat Tapos, Abdul Mutolib mengatakan, pihaknya telah memberikan himbauan kepada seluruh warganya mengenai mitigasi banjir di musim penghujan ini, sejak awal tahun.

"Dari Januari kita sudah menyampaikan ke Pak Lurah untuk menghimbau masyarakat terkait dengan datangnya musim penghujan," tutur Abdul Mutolib kepada Radar Depok, Senin (26/2).

Baca Juga: Tiket Masuk Cuman Rp 10 Ribu, Lansung Bisa Nikmati Curug Tersembunyi dengan Pesona Air yang Sebening Kaca!

Lebih lanjut, Abdul Mutolib menjelaskan, hujan yang datang berbarengan dengan angin membuat resiko terjadinya longsor, banjir dan puting beliung meningkat. 

"Ditambah kalau hujannya disertai angin resiko terjadinya bencana itu meningkat," kata Abdul Mutolib.

Abdul Mutolib menerangkan, penyebab banjir di wilayahnya terjadi karena penyempitan dan pendangkalan, ditambah debit air yang datang dari Kelurahan Cilangkap dan Jatijajar cukup besar.

Baca Juga: Gokil Abis! Tempat Camping ini punya View Hutan Pinus dan City Light yang Super Keren, Lokasinya cuma 2 Jam dari Jakarta

Selanjutnya, jelas Abdul Mutolib, air tersebut mengalir ke wilayah Kelurahan Sukamaju Baru dan berakhir di Kelurahan Sukatani. 

"Biasanya banjir disini  penyebabnya karena itu-itu saja. Debit air tinggi lalu di hulunya tidak bisa menampung," ujar Abdul Mutolib.

Sejauh ini, beber Abdul Mutolib, banjir yang terjadi di Kecamatan Tapos tidak berlangsung lama, bencana itu hanya terjadi saat musim penghujan dengan curah hujan yang tinggi saja.

Baca Juga: Yayasan Nonaktifkan Rektor UP Terduga Kasus Pelecehan Seksual, Kuatkan Identifikasi Pemasalahan dengan LLDikti Wilayah III

“Tapi banjirnya tidak lama, cuma ketika musim hujan aja," ujar Abdul Mutolib.

Semakin dalam, Abdul Mutolib menuturkan, Kecamatan Tapos telah melaporkan permasalahan ini kepada Pemerintah Kota Depok (Pemkot Depok), Wakil Walikota Depok, dan Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (DPUPR) untuk segera melakukan penyelesaian terjadinya banjir secara berulang.

"Kita sudah menyampaikan ke dinas terkait, dan mereka juga sudah turun kesini," sebut Abdul Mutolib.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X