RADARDEPOK.COM - Kedaireka bersama dengan Gerakan Nasional Indonesia Kompeten (GNIK) menyelenggarakan acara CEO Mentorship 2024, di Hotel Le Meridien, Jakarta, belum lama ini. Acara turut disiarkan secara daring melalui Live UG TV dan kanal YouTube Kedaireka serta Universitas Gunadarma.
CEO Mentorship 2024 mengangkat tema ‘Menjawab Tantangan Industri & Pemberdayaan Masyarakat Melalui Kolaborasi Inovasi’. Berhasil mempertemukan berbagai pemangku kepentingan dari industri, perguruan tinggi, pemerintah, dan NGO untuk berdiskusi mengenai pentingnya kolaborasi dalam menghadapi tantangan dunia usaha dan pemberdayaan masyarakat.
Baca Juga: Enak dan Praktis Cocok Buat Sarapan Pagi, Cobain Nih Resep Telur Kuah Santan Gampang Banget
Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi (Dirjen Diktiristek), Abdul Harris, menekankan pentingnya peran Reka Cipta bagi perkembangan bangsa, terutama dalam menggerakan roda perekonomian, meningkatkan daya saing, dan mendorong kemandirian.
“Kolaborasi antara perguruan tinggi dan dunia usaha dan dunia industri (DUDI) memiliki potensi yang besar untuk menciptakan reka cipta yang unggul dan solusi yang efektif. Dan Kedaireka menjadi wujud komitmen Ditjen DIktiristek untuk menjadi hub antara kepakaran insan perguruan tinggi dan sumber daya mitra stratefis DUDI,” terang Abdul Harris.
Ketua Dewan Pengarah PMO Ekosistem Kedaireka 2024, E.S Margianti mengatakan, sesuai dengan amanah dari Dirjen Dikti, pihaknya dalam mengelola pengembangan ekosistem Kedaireka, untuk CEO Mentorship diharapkan memberikan pendalaman dan fasilitas agar para pemangku kepentingan dari ekosistem Kedaireka.
“Mendapatkan pemahaman yang lebih baik mengenai tata kelola keuangan kolaborasi inovasi,” beber E.S Margianti.
CEO Mentorship merupakan bagian dari upaya Kedaireka dalam mendukung sinergi antara dunia usaha dan perguruan tinggi melalui Program Dana Padanan (PDP), yang pada tahun 2025 akan terus diperkuat.
Dalam rangka menyambut program PDP 2025 yang baru saja dibuka pada 1 Oktober 2024 kemarin, acara ini berfokus pada pembahasan mengenai peluang dan tantangan kolaborasi inovasi, serta bagaimana industri dapat memanfaatkan hasil riset akademis untuk mempercepat pengembangan bisnis mereka.
Perwakilan Tim Ahli PDP 2025, T. Basaruddin mengungkap, program dana padanan 2025 tetap dirancang untuk mempertemukan Dunia Usaha dan Perguruan Tinggi dalam kolaborasi yang strategis dan terarah.
“Pada PDP 2025 ini kami menjaga agar tidak terlalu banyak perubahan agar tidak membingungkan bagi peserta, namun kami juga kali ini ingin belajar dari kekurangan tahun-tahun sebelumnya sehingga ada beberapa peningkatan juga perbaikan pada PDP 2025 ini,” jelas T. Basaruddin.
Meski tidak terlalu banyak pembaruan pada opsi skema di 2025, namun ia juga berharap agar lebih banyak mitra industri dapat memanfaatkan program ini untuk menciptakan inovasi yang aplikatif dan berdampak luas.
Baca Juga: Alasan Kenapa Turis Asing Suka dan Senang Tinggal di Indonesia
“Selain peluang dana padanan yang diperbesar hingga 1:2, pada pembukaan di tahun 2025 kami menyederhanakan skema B yang hanya fokus ke pemberdayaan masyarakat, dengan harapan dapat membuka peluang lebih besar bagi DUDI untuk dapat memanfaatkan program Corporate Social Responsibility (CSR) mereka,” beber T. Basaruddin.
Artikel Terkait
Gak Sulit, Ternyata Begini Resep dan Cara Membuat Puding Balls Choco Milk Kekinian yang Manis dan Lembut Ini!
Bisa Jadi Stock Lauk Awet dan Enak Dimakan Pakai Nasi Aja, Ayo Langsung Cobain Resep Abon Ikan Tongkol Ekonomis dan Lezat Ini
Gampang Banget Nih, Olahan Tahu Isi Bakso Ini Bisa Jadi camilan Enak dengan Tekstur yang Garing dan Gurih
Perpaduan Tempe dan Sambal Ini, Pasti Bikin Makanmu Semakin Berselera, Yuk Cobain Bikin Tempe Ungkep Sambal Bawang Merah
Alasan Kenapa Turis Asing Suka dan Senang Tinggal di Indonesia
Saatnya Berbuat Bukan Berpendapat! Relawan Calon Walikota dan Wakil Walikota Depok Imam-Ririn Aspera Antarkan Tunawisma Pulang ke Kebumen
Enak dan Praktis Cocok Buat Sarapan Pagi, Cobain Nih Resep Telur Kuah Santan Gampang Banget