Minggu, 19 April 2026

Kelurahan Duren Mekar Miliki Toga, Kedepankan Prinsip Gotong Royong

Arnet Kelmanutu, Radar Depok
- Senin, 4 Agustus 2025 | 09:05 WIB
Aparatur Kelurahan Duren Mekar, Lurah Duren Mekar, Supriyadi (tengah) bersama sekretaris PKK dan seluruh aparatur Kelurahan Duren Mekar tengah meninjau progress pembuatan lahan tanaman obat keluarga (Toga) di Pekarangan Kelurahan Duren Mekar, Kecamatan Bojongsari, Selasa (28/7). (RISKY DWI LESTARI/RADARDEPOK)
Aparatur Kelurahan Duren Mekar, Lurah Duren Mekar, Supriyadi (tengah) bersama sekretaris PKK dan seluruh aparatur Kelurahan Duren Mekar tengah meninjau progress pembuatan lahan tanaman obat keluarga (Toga) di Pekarangan Kelurahan Duren Mekar, Kecamatan Bojongsari, Selasa (28/7). (RISKY DWI LESTARI/RADARDEPOK)

RADARDEPOK.COM-Tanaman Obat Keluarga (Toga) kini menghiasi pekarangan Kelurahan Duren Mekar, Kecamatan Bojongsari. Ragam tanaman bermanfaat sebagai bentuk ketahanan keluarga di bidang kesehatan dan upaya pemanfaatan lahan pekarangan.

Dari total luas wilayah Kantor Kelurahan Duren Mekar diketaghui 2.720 meter persegi, dengan pekarangan 100 meter persegi. Dari jumlah itu, direncanakan seluas 40 meter persegi akan digunakan khusus untuk Toga.

Baca Juga: Langsung Bebas, Warga Binaan Rutan Depok dapat Amnesti dari Presiden Prabowo Subianto

Sekretaris PKK Kelurahan Duren Mekar, Dian Nina menuturkan, pemanfaatan lahan ini akan difokuskan pada tanaman-tanaman herbal dan obat yang umum digunakan sebagai pengobatan alami. Nantinya, ada tanaman jahe, kunyit, lengkuas, dan kemungkinan jati cina. Termasuk obat nyamuk juga ada seperti lavender.

“Sebuah awalan baik, berencana menjadi Toga,” tutur Dian kepada Radar Depok, Minggu (3/8/2025).

Baca Juga: Tingkatkan Mutu Layanan Pendidikan, Disdik Depok Berikan Pemahaman Penataan Arkas BOSP Jenjang SD

Dilanjutkan Dian Nina, nantinya pekarangan tersebut tidak hanya untuk Toga tapi juga tanaman kemangi, cabai, sirih, jahe merah, dan sereh. Sebagian besar bibit, berasal dari swadaya anggota PKK, yang memang sudah menanam di rumah masing-masing.

“Bibitnya dari PKK sendiri. Pada umumnya,sejauh ini dari rumah-rumahnya keanggotaan PKK mereka sudah menanam. Jadi kami bawa,” ungkap Dian.

Baca Juga: Sambut HUT RI ke-80, RSUD ASA Gelar Baksos Pemeriksaan Mata Hingga operasi bibir sumbing Gratis, Begini Cara Pendaftaranya!

Terkakit proses panen, Ia memperkirakan bisa dirasakan hasilnya dalam beberapa bulan, tergantung jenis tanaman. Namun yang pasti, hasil panen tersebut bukan hanya untuk dikonsumsi secara kelompok tapi bisa didistribusikan ke wilayah RW lain yang belum memiliki jenis tanaman tertentu.

“Kami kan enggak (hanya digunakan sendiri). Misalkan kadang-kadang di RW itu belum ada pohon apa nih, nanti kami nyumbang. Saat di program ‘Hatinya PKK’ di RW9, kami nyumbang. Misalkan dia butuh obat apa nih, misalkan kayak kemarin tanaman beluntas belum ada nih, kemudian ada anggota PKK yang memiliki tanaman beluntas, jadi kami bawa ke sana,” ucap Dian.

Baca Juga: Peringati Hari Anak Nasional 2025, Kominitas Sangkar Semut Depok Kembangkan Potensi Anak Lewat Berbagai Kegiatan

Dian menegaskan, program ini juga mengedepankan prinsip gotong royong dan kemandirian. Setiap anggota PKK, diwajibkan memiliki minimal lima jenis Toga di rumah masing-masing. Setiap rumah tangga, satu dapur, dianjurkan atau diharapkan untuk menanam tanaman obat keluarga di sekitar tempat tinggalnya. Seperti jahe merah, satu dapur cukup menanam satu tanaman karena bisa terus bertunas.

“Karena memang anggota PKK itu wajib di rumahnya ada pohon paling sedikit lima jenis dengan beragam.Hasil panennya bisa digunakan sedikit demi sedikit, tanpa membuat tanaman mati. Bahkan, bisa dimanfaatkan kembali sebagai bibit,” tegasnya.

Baca Juga: Masalah PT FCC Karawang Dinilai Sudah Selesai, Dedi Mulyadi Tegaskan Jangan Ada Tindakan Intimidatif

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X