RADARDEPOK.COM-Gaungan Perubahan Depok Maju makin menguat, setelah Ormas DPC Pemuda Batak Bersatu (PBB) Kota Depok secara tegas menentukan arah dukungan pada Pasangan Calon Walikota dan Wakil Walikota Depok nomor urut 2, Supian Suri dan Chandra Rahmansyah di Rumah Kemenangan, Pesona Depok, kemarin.
Menadapat dukungan tersebut, Calon Wakil Walikota Depok, Chandra Rahmansyah menegaskan, semangat perubahan semakin dibutuhkan Kota Depok. Mengingat, kepemimpinannya akan mengedepankan inklusifitas.
“Ini membuktikan gagasan kami (Supian-Chandra) dengan semangat inklusif terus mendapat dorongan semangat dari berbagai elemen masyarakat di Kota Depok,” katanya kepada Radar Depok.
Artinya kata Chandra Rahmansyah, Kota Depok yang heteregon dari berbagai suku, ras, dan agama akan bersama-sama membangun Depok menjadi kota yang lebih maju, sehingga menjadi harapan baru bagi warga yang mendambakan perubahan.
“Secara jelas kalau kami tidak eksklusif tapi kami adalah pemimpin untuk semua golongan bukan hanya kelompok tertentu,” papar mantan Aktifis 98 ini.
Bahkan sebagai bukti pasangan Supian Suri dan Chandra Rahmansyah bukan pemimpin kelompok, kata Chandra dukungan yang terus mengalir dari minang, maluku, madura, hingga betawi.
“Apalagi pak Supian Suri asli sini (Depok) jadi semua bersatu, bersama-sama dengan semangat bhineka tunggal ika. Kita semua miliki harapan yang sama untuk perubahan menjadikan Depok kota yang maju,” ungkap Chandra Rahmansyah.
Dilokasi yang sama, Ketua DPC Pemuda Batak Bersatu Kota Depok, Edi Hotman Saragih menyampaikan harapan terhadap pasangan Supian-Chandra agar menjadi pemimpin Kota Depok dan tidak memandang latar belakang, seperti suku dan agama.
Dirinya memaparkan keluhan warga Batak di Kota Depok terkait adanya diskriminasi, diantaranya kesempatan posisi ASN, guru agama di sekolah negeri, hingga perizinan rumah ibadah.
“Selama ini, banyak ASN dari komunitas kami yang hanya mendapat posisi itu-itu saja. Padahal, dari segi kemampuan bisa diperhitungkan. Kami berharap Pak Supian Suri-Chandra dapat memberikan kesempatan yang sama kepada semua, tanpa membedakan,” ujar Edi.
Edi juga menyoroti persoalan perizinan gereja yang dinilai sulit di Depok. “Izin gereja seperti HKBP sangat mencolok. Perizinannya dipermudah hanya setiap lima tahun sekali. Prosesnya dipersulit dengan persyaratan yang begitu banyak,” katanya.
Ia juga menyoroti kurangnya guru agama Kristen di sekolah negeri di Depok. Biasanya, guru agama Kristen diisi oleh guru mata pelajaran lain.
Artikel Terkait
Beda 12 Persen Survei Voxpol, Imam Budi Hartono-Ririn Farabi Arafiq Unggul 51,7 Persen dari Supian Suri-Chandra Rahmasyah
Puluhan Pengacara Bela Lina Novita Soal Hotel Alexis, Siap Kawal Pemerintahan Supian Suri dan Chandra Rahmansyah Jika Menang Pilkada Depok 2024
Yuk Ikutan Sayembara Pilkada Depok 2024! Tim Pemenangan Supian Suri dan Chandra Rahmansyah Siapkan Rp10 Juta Bagi yang Temukan Praktik Politik Uang
Supian Suri dan Chandra Rahmansyah Gaungkan Pelajar Anti Golput, Ajak Pilih Perubahan Kota Depok
Gencar Sosialisasikan Supian Suri dan Chandra Rahmansyah, Politisi Demokrat Depok Ini Tolak Penggunaan Incinerator Gegara Dapat Ganggu Kesehatan Warga
Pilihan Ada Di Tanganmu! Supian Suri dan Chandra Rahmansyah Tambah 92 SMP Negeri Jika Menang Pilkada Depok 2024, Satu Kelurahan Kebagian Dua