Minggu, 19 April 2026

PDIP Belum Umumkan Sanksi, Budiman Tolak Mundur

Fahmi Akbar, Radar Depok
- Selasa, 22 Agustus 2023 | 08:10 WIB
Ketum Partai Gerindra Prabowo Subianto bersama Politikus PDIP Budiman Sudjatmiko saat pertemuan di Jakarta Selasa (18/7/2023). (DERY RIDWANSAH/JAWAPOS.COM)
Ketum Partai Gerindra Prabowo Subianto bersama Politikus PDIP Budiman Sudjatmiko saat pertemuan di Jakarta Selasa (18/7/2023). (DERY RIDWANSAH/JAWAPOS.COM)

RADARDEPOK.COM – PDI Perjuangan (PDIP) hingga kemarin belum mengumumkan sanksi bagi Budiman Sudjatmiko yang telah mendukung Prabowo Subianto sebagai calon presiden (capres). Budiman sendiri menolak mundur.

Kepala Sekretariat DPP PDI Perjuangan (PDIP) Adi Dharmo mengatakan, partainya belum mengumumkan sanksi itu karena masih fokus membahas survei sejumlah lembaga yang menunjukkan kenaikan elektoral Ganjar Pranowo. Menurut dia, kenaikan elektoral Ganjar mengalami rebound.

Adi mengatakan, mengkaji hasil survei kenaikan elektabilitas Ganjar lebih penting. Alasannya, hal itu menjadi momentum politik bagi pergerakan yang semakin masif untuk Ganjar bersama parpol pengusung dan relawan.

Baca Juga: Yusfitriadi: Bakal Capres Berebut Suara Jokowi Jelang Pilpres 2024

Budiman sendiri membenarkan bahwa hingga kemarin belum ada surat apa pun dari DPP PDIP. ”Baru peringatan dari Pak Sekjen secara personal dan belum ada surat pemanggilan,’’ terangnya.

Menurut dia, jika ada tindakan kepada kader, biasanya didahului pemanggilan resmi melalui surat. Karena belum menerima surat panggilan, dia hanya bisa menunggu.

Budiman mengatakan, dirinya tidak akan mundur dari PDIP. Menurut dia, jika mundur, dia malah tidak mempunyai kesempatan untuk menjelaskan argumennya terkait sikap politik yang dia ambil.

Baca Juga: Konstelasi Politik Jelang Pilpres 2024 Memanas, Pengamat: Golkar dan PAN Pemicunya

Budiman menegaskan bahwa dirinya mempunyai argumen atas tindakan politiknya mendukung Prabowo.

Selama ini, dia mendengar pidato Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri yang menyatakan bahwa Indonesia membutuhkan pemimpin yang memiliki pandangan-pandangan strategis.

Setelah melihat tiga bakal capres yang ada, menurut dia, kriteria itu ada pada sosok Prabowo. ”Bukan karena Pak Ganjar buruk, bukan karena Pak Ganjar jelek. Pak Ganjar punya gaya kepemimpinan sendiri,’’ terangnya.

Baca Juga: Siaga Kelistrikan, PLN Sukseskan Rangkaian HUT ke 78 RI dengan Kualitas Listrik Terbaik

Mungkin, kata dia, langkah politiknya dianggap salah secara administratif organisasi. Karena itu, dia siap mempertanggungjawabkannya. Tetapi, dia meyakini bahwa secara ideologis dan strategis, dia sedang menerjemahkan pemikiran Megawati yang selama ini disampaikan.

Jadi, Budiman merasa, secara ideologis dan strategis, tidak melakukan kesalahan. Karena itu, dia tidak layak untuk mundur dari PDIP. Namun, dia siap menerima risiko dari apa yang dia lakukan. ”Tapi, saya ingin ada tahapan-tahapan secara organisasi,’’ ungkapnya.

Sementara itu, Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia Adi Prayitno mengatakan, gejolak yang terjadi di internal PDIP adalah fenomena biasa dalam politik menjelang pemilu.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Polda Metro Jaya Amankan Ganja 6,2 Kg di Depok

Kamis, 16 April 2026 | 07:00 WIB
X