Setiap ada kebijakan partai yang tidak memuaskan, pihak-pihak yang kecewa bakal memutuskan untuk hengkang. Fenomena itu juga terjadi di partai lain.
Dalam kasus Budiman, Adi menduga ada faktor lain yang melatarbelakangi. Misalnya, pencalegan atau nihilnya peran di internal partai. Dia menyebut, Budiman dalam beberapa tahun tidak dilibatkan dalam struktur pengurus.
Kemudian, namanya juga tidak masuk dalam daftar caleg PDIP. Situasi itu bisa saja melatarbelakangi akrobatik politiknya. ”Sehingga mereka coba berontak dan mencari pelabuhan baru yang bisa menampung eksistensi mereka,’’ kata Adi.
Baca Juga: Audit Keuangan PSSI Agar Lebih Transparan, Ketua Umum PSSI Erick Thohir Didukung Masyarakat
Karena hakikatnya, lanjut dia, basis kalkulasi politisi adalah eksistensi dan keuntungan bagi karier politiknya. Jika partai lama sudah tidak menguntungkan lagi, mereka akan mencari pelabuhan baru yang lebih menjanjikan. ”Jadi, mazhab politik itu untung rugi,’’ tegasnya.
Bagi PDIP sendiri, ketegasan sikap diperlukan. Itu bertujuan untuk menjaga tradisi partai yang wajib tegak lurus dengan keputusan Megawati. ”Itu menunjukkan bagi PDIP tak boleh ada orang yang membangkang secara politik,’’ pungkasnya. (lum/far/c6/oni)
Artikel Terkait
Rienova Serry Donie Sarankan Pemkot Depok Bangun Tempat Khusus Wisata Kuliner
Ini Dia Cokelat Lezat di Depok yang Bisa Dijadikan Wisata Kuliner, Cocok Ajak Keluarga sampai Kekasih Hati
5 Kuliner Tongseng Enak pake Murah di Depok, Sudah di Kenal Warga Depok
5 Tempat Wisata Kuliner Enak di Depok, Mulai dari Masakan Nusantara sampai Western ada, loh!
5 Street Food Enak di Depok, Kuliner Kaki Lima tapi Rasa Bintang Lima
5 Wisata Kuliner Legendaris Malang yang Wajib Dicoba Sobat Depok, Gak ada Lawan
Nikmatnya Soto Ayam Depok: 5 Rekomendasi Kuliner Legendaris yang Harus Kamu Cicipi!