Bagi warga Mampang, Kecamatan Pancoranmas, Kota Depok, mungkin sudah tidak asing dengan salah satu makam, yang didesain sebegitu indahnya, di Taman Makam Mutiara Mampang. Mungkin juga banyak masyarakat yang bertanya-tanya, siapa sosok di balik makam keramat tersebut.
Laporan : Aldy Rama
RADARDEPOK.COM, Kota Depok nyatanya memiliki beragam cerita dan tempat yang masih memiliki tanda tanya besar. Tak terkecuali dengan makam Emak Blawah, di Taman Makam Mutiara Mampang, Kecamatan Pancoranmas, Kota Depok.
Makam Emak Blawah sedikit berbeda dengan pemakaman pada umumnya. Makam Emak Blawah didesain begitu cantik, dengan ukuran 6x5 meter yang dipugar pada 1 Oktober 2020. Orang lain pada umumnya menyebut makam Emak Blawah sebagai Makom Agung Pendopo Sirraturob.
Baca Juga: Jalan Margonda Punya Kantong Parkir : Ini Lokasinya!
Sebelum dipugar, makam Emak Blawah dibangun layaknya rumah, dengan cat berwarna biru dan beberapa jendela, juga ruang terbuka lainnya di sekitar makam. Makam Emak Blawah disebut-sebut sebagai makam keramat oleh masyarakat sekitar.
Pernyataan terkait makam keramat Itu dibenarkan oleh salah satu tokoh masyarakat, juga sekaligus pengurus Taman Makam Mutiara Mampang, Hamdani saat ditemui awak Radar Depok di kediamannya, Jalan Gang Atas, RT2/9, Kelurahan Mampang, Kecamatan Pancoranmas.
Baca Juga: Bisnis Pakaian Bekas di Depok Mau Dilarang, Kok Bisa?
Putra asli Mampang tersebut dengan hangat menyambut awak Radar Depok saat singgah di kediamannya. Hamdani ditemui awak Radar Depok saat itu sedang bercengkrama dengan dua rekannya di ruang tamu, ditemani makanan ringan yang sudah ditata rapi di atas piring yang diletakan di meja ruang tamunya.
Baca Juga: Mahfud MD Geram, Lawan Habis-Habisan PN Jakarta Pusat yang Putuskan Tunda pemilu 2024
Nampaknya Hamdani sudah tidak asing dengan kehadiran seseorang yang mempertanyakan tentang makam Emak Blawah. Dipaparkannya, bahwa tidak sekali dua kali saja orang lain mempertanyakan makam tersebut.
Mantan Ketua RW9 Mampang itu membeberkan, Emak Blawah sebenarnya adalah nur, sukma, jiwa raga dan jasad seorang guru atau ibunya para wali. Sosoknya datang ke dunia ini, untuk mengajar dan menyebar Agama Islam sejak masa Kerajaan Majapahit.
"Emak Blawah mengajarkan ilmunya itu sudah berabad-abad lalu, baik dari segi adat maupun adab," ungkap pria berusia 52 tahun tersebut.
Artikel Terkait
Mahfud MD Geram, Lawan Habis-Habisan PN Jakarta Pusat yang Putuskan Tunda pemilu 2024
BPJS Ketenagakerjaan Tanda Tangani PKS Bersama Perbarindo Kota Depok
Kawasan Science and Technology Park UI Dapat Dukungan ADB
Bisnis Pakaian Bekas di Depok Mau Dilarang, Kok Bisa?
Cipayung Jaya Gelontorkan Rp1 Miliar Buat Pembangunan 2023
Kloset di Rumah Warga Duren Sawit Meledak, Satu Perempuan Luka Bakar