Minggu, 19 April 2026

Gizi Baik untuk BB Bayi Optimal, Begini Penjelasan Ika Swasti Mahargyani, dr SpGK dan Doodle Exclusive Baby Care

Arnet Kelmanutu, Radar Depok
- Senin, 5 Februari 2024 | 19:18 WIB
Ika Swasti Mahargyani, dr SpGK  (DOKUMEN PRIBADI)
Ika Swasti Mahargyani, dr SpGK (DOKUMEN PRIBADI)

RADARDEPOK.COM-Penting  bagi  orangtua  dalam  mempersiapkan pondasi  yang  kuat untuk  pertumbuhan optimal otak dan tulang. Orang tua dapat memantau pertumbuhan anaknya dan memastikan bahwa nutrisiyang tepat dan adekuat didapatkan sejak dini untuk memaksimalkan potensi yang ada di masa depan. Apa sajakah itu?Simak pembahasannya bersama Doodle Exclusive Baby Care berikut ini.

Dalam Live Instagram bersama Doodle Exclusive Baby Care, Ika Swasti Mahargyani, dr.SpGK mengatakan bahwa kebutuhan gizi pada bayi tergantung pada periode usia. Terutama pada 1000 hari pertama kehidupan mulai masih janin dalam perut ibu, setelah lahir ada periode lahir 0 sampai 6 bulan disarankan Air Susu Ibu (ASI) Exclusive, periode 6 hingga 9 bulan dengan makanan pendamping, 9 hingga 12 bulan dan selanjutnya hingga 24 bulan. 1000 hari pertama kehidupan harus dipersiapkan gizi yang optimal supaya tumbuh sesuai dengan periode usianya.

Baca Juga: Taman Wisata Pulau Situ Gintung 2: Liburan Seru dan Menyenangkan untuk Keluarga

“Yang dinamakan gizi seimbang adalah gizi yang mengandung makronutrien dan mikronutrien. Komponen yang penting saat memberikan asupan makanan untuk bayi ataupun anak bahkan dewasa. Makanan yang mengandung makronutrien diantaranya karbohidrat, protein lemak, sedangkan untuk mikronutrien terkandung dalam serat yang terdapat dalam buah kandungan vitamin dan mineral ada disini. Apabila diberikan makanan yang mengandung kedua komponen ini gizinya dipastikan seimbang,” terangnya.

Dokter yang berpraktek di RSIA Bunda Semarang menerangkan jika saat memulai mpasi, lambung bayi ikan kecil juga membesar perlu waktu. Yang awalnya asupannya hanya cairan akan diselingi makanan pendamping air susu ibu (mpasi). Diawal bayi makan dicoba sedikit demi sedikit. Pertama kali mencoba 2 hingga 3 suap sudah cukup dan menunya dihari pertama sama tidak apa-apa. Merangsang anak untuk memulai mencoba makan, mencoba mengunyah. Saat mpasi anak sudah siap untuk makan, contohnya anak sudah duduk tegak, saat melihat orang dewasa makan bayi ingin meraih makananya, sudah ingin ada rangsangan ingin memasukan barang ke dalam mulut. Hal inilah menjadi tanda-tanda anak sudah siap untuk mpasi.

“Jika belum 6 bulan sudah ada tanda-tanda siap untuk mpasi itu berarti bayi mengalami mpasi dini. Mpasi dini tidak direkomendasikan kecuali ada kondisi-kondisi khusus. Karena kondisi ibu atau kondisi bayi menyebabkan berat badannya tidak berkembang sesuai usianya, produksi ASI ibu turun. Karena gangguan mengenyot akan mempengaruhi frekuensi dan produksi ASI. Kalau produksi ASI turun disarankan untuk konsultasi dengan dokter untuk memberikan mpasi sekitar usia 4 hingga 5 bulan kurang dari usia itu tidak diperbolehkan. Sesuai dengan tumbuh kembang dan perkembangan sensorik dan motoric juga ikut berkembang,” ungkap Dokter Ika.

Baca Juga: Kereta Cepat Whoosh Terapkan Tarif Dinamis 3 Februari 2024 Mulai dari Rp150 Ribu

Dokter Ika juga menuturkan beberapa hal yang perlu diperhatikan saat pemberian nutrisi yang diterapkan untuk para ibu saat mpasi, yakni sesuai dengan tagline Kementrian Kesehatan (Kemenkes) MPasi kaya hewani cegah stunting. Bukan hanya sekedar tagline karena protein kandungannya Asam amino esensial. Ini terkandung dalam protein hewani utamanya. Kalau protein nabati tidak ada kandungan Asam amino esensial.

“Kenapa perlu ini? Karena periode tumbuh kembang yakni 1000 hari pertama kehidupan otak berkembang sangat cepat. Asam amino esensial ini diperlukan otak untuk semakin berkembang lagi hingga usianya 2 tahun. Yang diutamakan protein hewani seperti diketahui protein merupakan zat pembangun untuk membentuk jaringan, hormon pertumbuhan, kecerdasan otak juga memerlukan protein hewani. Yang diberikan ke anak adalah makanan yang mengandung makronutrien dan mikronutrien,” tuturnya.

Ditambahkan lagi, yang menjadi tanda keberhasilan asupan nutrisi mpasi untuk bayi, pemantauan berat badan, panjang badan dan lingkar kepala sangat diperlukan. Selain melihat anaknya gemuk tetapi panjang badan dan lingkar kepala tidak diukur. Diperlukan pemataun 1 bulan sekali pada anak usia 0 hingga 6 bulan. Panjang badan, berat badan, lingkar kepala dimasukan kedalam kurva pertumbuhan disesuaikan dengan usianya.

Baca Juga: Sikembang Blackcamp, Glamping Seru dengan Pemandangan Gunung Kembang yang Menakjubkan

“Akan ada grafik warna hijau, warna merah yang namanya indikator baik berada diwarna hijau. Kalau berada di bawah garis hijau harus waspada apakah mpasinya ada yang salah, atau cara menyusuinya kurang tepat sehingga tumbuh kembangnya tidak tepat,”tandasnya.

Seorang Dokter Gizi di salah satu rumah sakit di Semarang ini menambkan Mpasi fortivikasi juga disarankan, karena salah menyusun mpasi yang dimasak sendiri karena sudah disusun dengan kebutuhan bayi. Mpasi fortivikasi lebih baik diberikan daripada bubur bayi yang dijual dipinggir jalan karena kebersihan dan gizinya tidak tau. Jika menggunakan mpasi fortivikasi bisa dimasak sendiri dan kebersihannya terjamin. 

Dokter yang berdomisili di kota Semarang ini menuturkan selain memperhatikan kandungan mpasi, feeding rules juga perlu diperhatikan mulai dari jumlah makanannya, frekuensi makannya, jam makannya. Mungkin karena jaraknya yang terlalu dekat sehingga bayi masing kenyang untuk makan berikutnya.  Untuk jadwal pemberian makan pun harus konsisten, karena jika jaraknya terlalu dekat kemungkinan bayi masih merasa kenyang berikan jeda untuk mengatur lambung bayi. Sehingga lambung bayi bisa menyesuaikan jadwal yang sudah konsisten dilakukan.

Baca Juga: Kisah Cinta Amanda Manopo dan Chicco Kurniawan di Film Kupu - Kupu Kertas, Segera Tayang 7 Februari 2024

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Daftar Kru dan Penumpang Korban Helikopter PK CFX

Jumat, 17 April 2026 | 13:08 WIB
X