RADARDEPOK.COM - KPK menggeledah rumah dinas Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo di jalan Widya Chandra V Nomor 28, kemarin. Penggeledahan itu diduga dengan kasus dugaan korupsi di lingkungan Kementan.
Berdasar informasi di lapangan, salah seorang petugas keamanan komplek Sjahroni membenarkan mengenai kedatangan tim penyidik KPK itu. "Sekitar setengah lima sore," ucapnya kepada Jawa Pos.
Kabag Pemberitaan KPK Ali Fikri membenarkan mengenai kegiatan penggeledahan di Rumdin Mantan Gubernur Sulawesi Selatan 2008-2018 tersebut. "Benar, ada giat KPK di sana. Kegiatan sedang berlangsung," tulisnya.
Baca Juga: Kaesang Pangarep Tidak Pas ke Depok, Ini Alasannya Kata Pakar
Hingga berita ini ditulis, pukul 19.59 proses penggeladahan masih berlangsung. Tambak dari balik pagar rumah, beberapa penyidik KPK berompi mondar-mandir di sekitar parkiran dalam.
Sambil memasukan beberapa barang ke dalam mobil.Pukul 20.00 satu mobil KPK tampak masuk ke dalam Rumdin. Pantauan Jawa Pos, ada sepuluh mobil yang terpakir di area rumdin.
Sebelumnya, pada (19/6) plt Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK Asep Guntur dalam konferensi pers di KPK sempat menyinggung perkara yang dilakukan di Kementan ini. Saat itu proses KPK sedang memulai proses penyelidikan.
Baca Juga: Bansos Pangan Mulai Didistribusikan, Warga Depok Terima 82.498 Karung Beras
Asep memberikan clue soal kasus yang sedang digarap. "Di Kementan ini ada tiga klaster yang sedang kami tangani," paparnya.
Klaster-klaster itu nantinya dipilah untuk mempermudah proses penyelidikan. Pola penangananya jika klaster satu sudah terang benderang, akan dilanjutkan ke klaster berikutnya.
Sementara itu, pihak Syahrul Yasin Limpo belum bisa bicara banyak mengenai penggeledahan yang dilakukan KPK. Adik SYL, Irman Yasin Limpo mengatakan kakaknya saat ini sedang tidak berada di Indonesia. "Iya, masih di luar negeri," kata Irman saat dikonfirmasi Jawa Pos.***
Artikel Terkait
KPK Tahan Sekretaris MA, Sempat Ajukan Praperadilan Namun Ditolak
Kabasarnas Tersangka Suap Proyek, KPK : Diduga Terima Rp88,3 Miliar, Kasus Ditangani Puspom Mabes TNI
KPK Tegaskan Tak Pernah Sebut Nama Muhaimin
Cak Imin Tak Hadir, KPK Panggil Ulang Pekan Depan
KPK Periksa Muhaimin Lima Jam, Anies Optimistis Tak Ganggu Pemenangan Pilpres
KPK Enggan Tanggapi Usulan Semua Capres dan Cawapres Diperiksa
Tetapkan Tersangka, KPK Tahan Mantan Dirut Pertamina Karen Agustiawan