Minggu, 19 April 2026

Kasus Penganiayaan Daycare di Depok : Polisi Periksa Tiga Saksi, Pemkot Mau Panggil Semua Pengurus Daycare

Monica Reistie, Radar Depok
- Kamis, 1 Agustus 2024 | 05:00 WIB
Video kekerasan yang terjadi di Daycare, kawasan Harjamukti, Cimanggis.
Video kekerasan yang terjadi di Daycare, kawasan Harjamukti, Cimanggis.

RADARDEPOK.COM - Kasus penganiayaan batita di salah satu daycare di wilayah Harjamukti, membuat resah dan khawatir para orang tua yang menitipkan anaknya di fasilitas tersebut. Pemkot Depok bergerak cepat dan melakukan koordinasi dengan Polres Metro Depok dan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Anak (PPA).

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kota Depok, Nessi Annisa Handari mengatakan, DP3AP2KB berencana untuk melakukan koordinasi mendalam dengan Dinas Pendidikan terkait fasilitas daycare di Depok.

Baca Juga: Dirut BSI : Culture AKHLAK Jadi Pondasi Membangun SDM BSI

Rencana tersebut mencakup pengumpulan semua daycare untuk diberikan penguatan dan edukasi. Tujuannya adalah untuk memahami kebutuhan spesifik masing masing daycare, dan memastikan bahwa mereka dapat menyediakan lingkungan yang optimal dan ramah anak.

"Sebenarnya daycare ini dibawah Disdik, jadi kita akan melakukan koordinasi lebih mendalam lagi terkait ini. Apakah nanti mungkin akan mengumpulkan semua daycare di Depok sehingga kita bisa melakukan penguatan kepada mereka," ucap Nessi Annisa Handari kepada Radar Depok, Rabu, (31/7).

Nessi Annisa Handari, menuturkan seharusnya area daycare sudah terstandarisasi oleh Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPA), untuk memastikan keamanan dan keramahan bagi anak. Hal ini sejalan dengan standar yang diterapkan pada tiga arena bermain di Depok, yaitu Taman Jatijajar, Alun Alun Depok, dan Taman Lembah Gurame.

Baca Juga: Sambut Hari Pengayoman ke 79, Lapas Cibinong Gelar Pemeriksaan Kesehatan Gratis

"Seharusnya memang daycare ini terstandarisasi Kementerian PPA seperti tiga taman bermain sebelumnya," tutur Nessi Annisa Handari.

Nessi Annisa Handari mengungkapkan, pihaknya akan melakukan kajian bersama Disdik Kota Depok untuk mengembangkan metode edukasi bagi pemilik daycare. Fokus utama dari kajian ini adalah memastikan bahwa fasilitas dan pelayanan yang disediakan oleh daycare benar-benar ramah anak.

"Maka dari itu kita akan melalukan kajian dan koordinasi dengan bidang pendidikan bagaimana cara kita memberikan edukasi kepada pemilik daycare supaya bisa memberikan pelayanan yang benar benar ramah anak," beber Nessi Annisa Handari.

Baca Juga: Atasi Mata Kering, JEC Luncurkan JEC Dry Eye Service

Nessi Annisa Handari membeberkan, bahwa Pemkot Depok telah menjadwalkan pendampingan psikologis bagi korban penganiayaan di Unit Pelaksana Teknis Dinas Perlindungan Perempuan dan Anak (UPTD PPA) Kota Depok. Jika korban tidak dapat hadir karena sakit atau keadaan darurat lainnya, pihak Pemkot Depok akan mengunjungi korban secara langsung.

"Dalam waktu dekat kita akan melakukan pendampingan psikologis kepada korban di UPTD PPA Depok. Namun, apabila korban berhalangan hadir karena sesuatu yang mendesak pasti akan kami sambangi," kata Nessi Annisa Handari.

Lebih lanjut, Nessi Annisa Handari mengungkapkan, ketika kasus ini mencuat, Pemkot Depok langsung melakukan koordinasi dengan Polres Metro Depok dan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Anak (Kementerian PPA).

Baca Juga: Atasi Mata Kering, JEC Luncurkan JEC Dry Eye Service

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Polda Metro Jaya Amankan Ganja 6,2 Kg di Depok

Kamis, 16 April 2026 | 07:00 WIB
X