RADARDEPOK.COM - Kasus korupsi Pertamina pengoplosan BBM, yang sempat mencuat beberapa waktu lalu ternyata berdampak kepada penjualan.
Pantuan Radar Depok Kamis (6/3), dibeberapa SPBU swasta mengalami peningkatan. Padahal sebelum kasus korupsi membumi, SPBU swasta jarang sekali terjadinya antrean.
Penanggung Jawab SPBU Swasta di Sukmajaya, NN menuturkan, meskipun pengoplosan bensin memberikan beberapa faktor penjualan.
Baca Juga: Anggaran Disdik Depok Rp30 Miliar Buat Papan Tulis Interaktif Disoal, Dinilai Ada yang Lebih Penting
Namun, pengaruhnya tidak terlalu besar terhadap volume penjualan di pom. Penjualan SPBU di sini memang sudah punya pelanggan tetap dari awal.
“Dengan kapasitas mungkin yang ngambil 50 persen atau 40 persen volume nya. Karena rata-rata, terutama untuk mobil, itu mobil sendiri rata-rata ya sama,” kata dia.
Meskipun ada peralihan sebagian minat pelanggan, tetapi tidak terlalu signifikan. “Ada peralihan publik di cabang lain Sentul, kalau dibilang ada, ada. Cuman yang tadi saya bilang, mungkin persentasinya tuh nggak terlalu besar,” jelas dia.
Baca Juga: Serius Benahi Banjir, Walikota Supian Suri : Depok dan Bandung Belum Punya BPBD, 2027 Kami Bentuk
Dari isu pengoplosan bensin pada SPBU pelat merah, ada dampak pada kenaikan pembeli saat ini. Tetapi, pelanggan lama tetap mengisi bahan bakar di sini.
“Kalau kendaraan, baik motor dan mobil biasanya sudah punya pelanggan tetap, baik itu dari Sentul, Jakarta, maupun Sawangan dan Depok. Kami sudah punya market masing-masing,” beber dia.
Dia mengungkapkan, ada peningkatan antrean yang lebih di SPBU swastanya setelah isu pengoplosan bensin tersebar, namun hal tersebut tidak berlangsung lama.
Baca Juga: 424 Calon Jemaah Depok Belum Lunasi Biaya Haji, Tahap 1 Sampai 14 Maret
“Biasanya nggak ngantre, tapi karena isu pengoplosan beberapa kali, jadi lebih ngantre akhir-akhir ini,” ucap dia.
Selain itu, dia turut menjelaskan adanya kendala terkait pasokan produk bensin yang sempat menipis selama periode kenaikan pengunjung.
Hal ini dapat dikatakan isu tersebut membuat beberapa konsumen khawatir. Sehingga pengunjung menjadi lebih berhati-hati dalam memilih tempat untuk membeli bahan bakar.
Artikel Terkait
Imigrasi Depok Deportasi Tiga WNA dari Yaman, Turki dan Terakhir India
Dewan Usul Kewenangan SMA dan SMK Ditarik ke Kota Depok
Pelayanan di Kantor Pemerintah Kota Depok Sampai Jam 2 Siang, ASN Masuk Kerja Pukul 06:30 WIB
Walikota Supian Suri Siap Bereskan 271 Sekolah Rusak di Depok, Komisi D : Perbaikan Menjadi Prioritas
78 Titik Banjir, 10 Longsor, 935 Warga Terdampak Alam Depok Ngamuk, Walikota Supian Suri: Siap Cari Solusi Secara Komprehensif
Peringatan BMKG: Awas Bencana Susulan di Depok, Komisi A Perketat Pengawasan Perizinan
Walikota Depok Supian Suri Fokus Benahi Banjir Margonda, Tergenang Akibat Drainase Tersumbat Sampah