Minggu, 19 April 2026

Tawuran di Depok Sulit Diredam

- Jumat, 1 Agustus 2025 | 05:00 WIB
Aksi tawuran brutal melibatkan sekelompok pemuda di kawasan Gerbang Tol Limo, Cinere, Depok. (ISTIMEWA)
Aksi tawuran brutal melibatkan sekelompok pemuda di kawasan Gerbang Tol Limo, Cinere, Depok. (ISTIMEWA)

RADARDEPOK.COM – Tawuran masih menjadi masalah sosial yang tak kunjung selesai di Kota Depok. Bahkan, gebrakan program ala Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, tak bisa meredakan. Barak militer sampai pemberlakuan jam malam urung menyelesaikan.

Bahkan boleh dibilang, aksi tawuran makin nekat. Tak lagi berbekal senjata tajam, kini pelakunya yang mayoritas kalangan remaja melengkapi diri dengan bom molotov.

Pekan lalu, Kamis (24/7) sekira pukul 04:30 WIB, tawuran pecah di kawasan Cinere. Tepatnya di sekitaran Gerbang Tol Limo. Dalam aksi tawuran itu para remaja membawa senjata tajam hingga molotov.

Aksi berandalan ini terekam kamera dan videonya beredar luas di media sosial. Mulanya rombongan pemuda yang terlibat tawuran itu berboncengan motor dan berada di dalam sebuah gang. Kemudian, mereka tiba-tiba berbalik arah dan berlarian ke arah jalan raya.

Setibanya di jalan raya, atau tepatnya di persimpangan Gerbang Tol Limo, mereka terlibat aksi saling serang.

Baca Juga: Tawuran di Limo Depok Pecah, Pemuda Bawa Sajam-Molotov

Salah satu kelompok berlarian sambil menenteng senjata tajam dan melempar molotov ke arah lawanya. Sontak hal itu membuat lawannya kocar-kacir berlarian masuk ke dalam sebuah gang di samping Gerbang Tol Limo.

Kelompok yang mengejar sempat membunyikan klakson kendaraannya. Mereka terus berupaya mengejar lawannya hingga ke dalam gang.

Kapolsek Cinere, AKP Pesta Hasiholan membenarkan adanya tawuran tersebut. Dia mengaku sedang menyelidiki aksi tawuran itu. "(Peristiwa) itu sedang kami selidiki," ujar Pesta

Dia mengatakan, kedua kelompok remaja itu belum sempat bentrok. Sebab, aksi tawuran itu dibubarkan warga. "Kamu selalu patroli dari jam 12 sampai jam 5 pagi. Namun (kejadian tawuran) belum sempat bentrok, sempat dihalau warga," kata Pesta.

Tawuran di Kota Depok acapkali hanya sebagai perlintasan. Hanya menjadi lokasi tawuran saja, yang padahal bukan warga Depok. Tawuran juga kerap menyasar daerah perbatasan.
Lurah Kedaung, Dion Wijaya, tak menampik jika wilayahnya sempat menjadi lokasi tawuran. Tepatnya di Jalan Raya Parung – Ciputat. Namun ia membantah jika pelakunya warga Depok.

“Saya menduga mereka warga luar. Kami rutin melakukan razia jam malam kok bersama tiga pilar, Bhabinkamtibmas dan Babinsa,” ujar Dion Wijaya.

Kapolres Metro Depok, Kombes Abdul Waras menjelaskan, dalam meminimalisir angka tawuran, pihaknya rutin melaksanakan patroli rutin di jam-jam rawan, seperti saat bubaran sekolah dan pada malam hari di sejumlah wilayah Kota Depok.

“Ini menjadi salah satu langkah utama kami dalam menekan angka tawuran pelajar di wilayah hokum Polres Metro Depok,” ujar Kombes Abdul Waras didampingi Kasi Humas Polres Metro Depok, AKP Made Budi.

Dalam menjalankan ini, lanjut Kombes Abdul Waras, pihaknya menyiapkan sebanyak 20 anggotanya untuk melaksanakan patroli ke sejumlah titik yang sudah dipetakan dan dianggap sebagai tempat terjadinya tawuran di Kota Depok.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Polda Metro Jaya Amankan Ganja 6,2 Kg di Depok

Kamis, 16 April 2026 | 07:00 WIB
X