RADARDEPOK.COM – Tawuran masih menjadi masalah sosial yang tak kunjung selesai di Kota Depok. Bahkan, gebrakan program ala Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, tak bisa meredakan. Barak militer sampai pemberlakuan jam malam urung menyelesaikan.
Bahkan boleh dibilang, aksi tawuran makin nekat. Tak lagi berbekal senjata tajam, kini pelakunya yang mayoritas kalangan remaja melengkapi diri dengan bom molotov.
Pekan lalu, Kamis (24/7) sekira pukul 04:30 WIB, tawuran pecah di kawasan Cinere. Tepatnya di sekitaran Gerbang Tol Limo. Dalam aksi tawuran itu para remaja membawa senjata tajam hingga molotov.
Aksi berandalan ini terekam kamera dan videonya beredar luas di media sosial. Mulanya rombongan pemuda yang terlibat tawuran itu berboncengan motor dan berada di dalam sebuah gang. Kemudian, mereka tiba-tiba berbalik arah dan berlarian ke arah jalan raya.
Setibanya di jalan raya, atau tepatnya di persimpangan Gerbang Tol Limo, mereka terlibat aksi saling serang.
Baca Juga: Tawuran di Limo Depok Pecah, Pemuda Bawa Sajam-Molotov
Salah satu kelompok berlarian sambil menenteng senjata tajam dan melempar molotov ke arah lawanya. Sontak hal itu membuat lawannya kocar-kacir berlarian masuk ke dalam sebuah gang di samping Gerbang Tol Limo.
Kelompok yang mengejar sempat membunyikan klakson kendaraannya. Mereka terus berupaya mengejar lawannya hingga ke dalam gang.
Kapolsek Cinere, AKP Pesta Hasiholan membenarkan adanya tawuran tersebut. Dia mengaku sedang menyelidiki aksi tawuran itu. "(Peristiwa) itu sedang kami selidiki," ujar Pesta
Dia mengatakan, kedua kelompok remaja itu belum sempat bentrok. Sebab, aksi tawuran itu dibubarkan warga. "Kamu selalu patroli dari jam 12 sampai jam 5 pagi. Namun (kejadian tawuran) belum sempat bentrok, sempat dihalau warga," kata Pesta.
Tawuran di Kota Depok acapkali hanya sebagai perlintasan. Hanya menjadi lokasi tawuran saja, yang padahal bukan warga Depok. Tawuran juga kerap menyasar daerah perbatasan.
Lurah Kedaung, Dion Wijaya, tak menampik jika wilayahnya sempat menjadi lokasi tawuran. Tepatnya di Jalan Raya Parung – Ciputat. Namun ia membantah jika pelakunya warga Depok.
“Saya menduga mereka warga luar. Kami rutin melakukan razia jam malam kok bersama tiga pilar, Bhabinkamtibmas dan Babinsa,” ujar Dion Wijaya.
Kapolres Metro Depok, Kombes Abdul Waras menjelaskan, dalam meminimalisir angka tawuran, pihaknya rutin melaksanakan patroli rutin di jam-jam rawan, seperti saat bubaran sekolah dan pada malam hari di sejumlah wilayah Kota Depok.
“Ini menjadi salah satu langkah utama kami dalam menekan angka tawuran pelajar di wilayah hokum Polres Metro Depok,” ujar Kombes Abdul Waras didampingi Kasi Humas Polres Metro Depok, AKP Made Budi.
Dalam menjalankan ini, lanjut Kombes Abdul Waras, pihaknya menyiapkan sebanyak 20 anggotanya untuk melaksanakan patroli ke sejumlah titik yang sudah dipetakan dan dianggap sebagai tempat terjadinya tawuran di Kota Depok.
Artikel Terkait
Pembentukan Satgas Tawuran Depok Hanya Isapan Jempol, Pelajar Masuk Barak Bukan yang Bermasalah
Pemkot Sebut Pelaku Tawuran di Depok Bisa Dibasmi Satgas Premanisme
Tawuran Remaja Antar Kampung Bikin Geram, Polsek Pancoranmas Perkuat Patroli Rutin
Gelombang Dua Barak Militer di Depok Bidik Pelajar Tawuran
Ngopi Kamtibmas di RW 1 Kelurahan Kalibaru Depok Wujudkan Lingkungan Kondusif, Cegah Tawuran dan Kenakalan Remaja
Polsek Bojongsari Gerak Cepat Gagalkan Tawuran di Sawangan, 11 Pemuda Beserta Sajam Berhasil Diamankan
Tawuran di Limo Depok Pecah, Pemuda Bawa Sajam-Molotov