RADARDEPOK.COM - Senin dini hari, 6 Februari 2023, pesawat Saudia memutar baling-balingnya, melaju mengudara menuju semenanjung Arabia.
Sesampai di langit "Qornul Manazil"; miqot tempat kewajiban berihrom ditunaikan, suara petugas pesawat mengumumkan bahwa saatnya penumpang berniat umroh, segera mengenakan pakaian ihrom dan berniat "Labbaikallohumma Umrotan".
Subhanallah, sekian lama menanti rindu kepada Al-haromain, beberapa tahun tidak diperkenankan karena pandemi covid-19 yang melanda semua negara dunia, rupanya karena itu pula lah yang membuat jamaah umroh saat ini membludak.
Baca Juga: Depok Kebagian 1.682 Kuota Haji, Berikut Jadwal Perjalananya
Arus manusia dari berbagai belahan dunia terus berdatangan tanpa henti menuju satu arah, satu tujuan yaitu Ka'bah al-Musyarofah dan Makam Baginda Rasululloh saw di tanah suci.
Dengan membludaknya jamaah umroh, tentu dibutuhkan pengelolaan yang tepat. Kesalahan prediksi dan kekeliruan atau pengabaian dalam perencanaan manajemen SDM akan berakibat fatal dan berdampak kepada kekacauan dalam berbagai hal, terutama penginapan dan transportasi, baik udara maupun darat khususnya.
Perjalanan umroh saya kali ini merupakan perjalanan yang penuh liku-liku, meski di luar ekspektasi rombongan saya, namun memberi banyak hikmah dan pelajaran kehidupan, yang terpenting pelajaran sikap syukur dan sabar.
Baca Juga: Wakil Walikota Depok Imam Budi Hartono Bertekad Zero-kan 3.637 Stunting
Saya yakin, bahwa peristiwa-peristiwa di tanah suci yang terjadi pada diri saya merupakan bagian dari cara Allah SWT menghapus dosa-dosa dan kesalahan saya, sebagaimana saya yakin, bisa jadi Allah SWT sedang menguji saya untuk satu tuj uanNya terhadap diri saya, semoga berupa kebaikan dalam hidup atau mungkin sebaliknya (aku berlindung kepada-Nya dari segala bentuk keburukan).
Namun jujur, saya masih penasaran terhadap manajemen pengelolaan umroh di Saudi Arabia dan atau di negeri saya sendiri. Apa dan siapa yang salah? Sehingga kurang mampu mengantisipasi arus jamaah umroh yang membludak, wallahualam bish-shawab.
Keingintahuan saya dilatari oleh kekhawatiran terhadap salah paham dan praduga buruk kepada travel-travel pembimbing umroh itu sendiri, yang jauh belasan tahun sebelumnya sempat menjadi momok terhadap sebagian travel umroh, bahwa mereka hanya memikirkan keuntungan semata tanpa peduli dengan bimbingan, kenyamanan, dan kemabruran umroh para jamaah.
Baca Juga: Setahun Kejahatan di Depok 1.792 Kasus, Ini Kata Kriminolog UI Adrianus
Dilema, antara keinginan untuk beribadah khusyu tanpa peduli dengan apa yang terjadi, dengan rasa ingin tau.
Apa dan siapa yang salah? Sehingga kurang mampu mengantisipasi arus jamaah umroh yang membludak, wallahualam bish-shawab.
Keingintahuan saya dilatari oleh kekhawatiran terhadap salah paham dan praduga buruk kepada travel-travel pembimbing umroh itu sendiri, yang jauh belasan tahun sebelumnya sempat menjadi momok terhadap sebagian travel umroh, bahwa mereka hanya memikirkan keuntungan semata tanpa peduli dengan bimbingan, kenyamanan, dan kemabruran umroh para jamaah.
Artikel Terkait
RT7/12 Beji Peringati Isra Miraj
Tingkatkan Kapasitas, KUA di Depok Bakal Punya 20 Penghulu
Jemput Bola, Disdukcapil Depok Aktivasi 662 IKD
Bikin Bangga, 3 Finalis Duta Baca Kota Depok Berasal Dari Tapos
Majelis Taklim Tanwirul Qulub Depok Peringati Isra Miraj
Pemilu 2024, 490.642 Warga Depok Dudah Dicoklit Sisanya Tunggu Hingga Pertengahan Maret