Minggu, 19 April 2026

Jokowi Galang Koalisi Besar, KIB-KKIR Cocok Sementarar PDIP dan Nasdem Absen

Fahmi Akbar, Radar Depok
- Senin, 3 April 2023 | 07:15 WIB
Presiden Joko Widodo (tengah) didampingi Ketua Umum Golkar Airlangga Hartarto, Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan, Ketua Umum Gerindra  Prabowo, Ketua Umum PPP Mardiono, Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar memberikan keterangan pers usai menghadiri acara Silaturahmi Ramadhan 1444 H DPP PAN di Kantor DPP PAN, Jakarta, Minggu (2/4/2023).  (Hendra Eka JAWA POS)
Presiden Joko Widodo (tengah) didampingi Ketua Umum Golkar Airlangga Hartarto, Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan, Ketua Umum Gerindra Prabowo, Ketua Umum PPP Mardiono, Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar memberikan keterangan pers usai menghadiri acara Silaturahmi Ramadhan 1444 H DPP PAN di Kantor DPP PAN, Jakarta, Minggu (2/4/2023). (Hendra Eka JAWA POS)

RADADEPOK.COM - Kans terbentuknya koalisi besar kian menguat. Sinyal itu ditunjukkan dengan pertemuan partai-partai dari Koalisi Indonesia Bersatu (KIB) dan Koalisi Kebangkitan Indonesia Raya (KKIR), Minggu (2/4). Tak luput pertemuan itu juga hadir Presiden Joko Widodo (Jokowii).

Pertemuan yang digelar di Kantor DPP PAN Jakarta itu, dihadiri langsung para Ketua Umum (Ketum). Yakni, Ketum Golkar Airlangga Hartarto, Ketum PKB Muhaimin Iskandar, Ketum Gerindra Prabowo Subianto, Ketum PPP Mardiono, dan tuan rumah Ketum PAN Zulkifli Hasan.

Usai pertemuan, para ketum belum memberikan kepastian soal rencana pembentukan koalisi besar. Namun semuanya tidak menyampaikan bantahan atas rencana itu.

Baca Juga: Imam Budi Hartono Dukung Penuh Pengusaha Depok Dian Nurfarida, Pancoranmas Jangan Lupa Pilih 

Ketum Gerindra Prabowo Subianto mengatakan, pertemuan dua koalisi dengan presiden banyak membahas komitmen kebangsaan. Tujuannya untuk menjamin kelangsungan pembangunan.

Kaitannya dengan hal itu, kata Prabowo, semua Ketum punya frekuensi yang sama. "Ada kecocokan," kata sosok yang juga menjabat Menteri Pertahanan itu.

Namun apakah kecocokan pandangan itu akan diikat dalam koalisi besar, Prabowo belum bisa membeberkan. Baginya, kans itu harus dilihat prosesnya ke depan. "Yang pasti akan intens," imbuhnya.

Baca Juga: 2 Hari Ditetapkan Tersangka, Rafael Alun Trisambodo Belum Ditahan, Ini Penjelasan KPK

Ketum PAN Zulkifli Hasan menambahkan, pertemuan kemarin baru awal untuk mencari kesamaan komitmen. Baginya, itu penting untuk bersama-sama menghadapi tantangan global yang tidak mudah.

Soal kans koalisi besar, Zul tidak menutup potensi. Dia menyebut keɓdepan, masih akan ada pertemuan lain. "Tentu akan ada lanjutan, diskusi mengenai koalisi besar, capresnya bagaimana, itu perjalanan, ada waktunya," tuturnya.

Ketum Golkar Airlangga Hartarto menerangkan, keberlanjutan pembangunan dan juga ide koalisi besar itu penting. Sebab tantangan yang dihadapi juga besar.

Baca Juga: Kasus Pembacokan Pelajar SMK di Bogor Sidang Perdana Senin 3 April 2023

Airlangga menilai, potensi KIB dan KKIR bergabung sangat mungkin. Apalagi, secara politik semua partainya berada di gerbong yang sama sebagai pendukung pemerintah. "Gerbong inilah yang siap untuk melanjutkan program secara lebih cepat," ujarnya.

Sementara itu, Presiden Joko Widodo memberi sinyal dukungan. Saat ditanya, dia menilai KIB dan KKIR cocok jika berjalan bersama. "Cocok. Saya hanya bilang cocok. Terserah kepada ketua-ketua partai atau gabungan ketua partai," jelasnya.

Dalam kesempatan kemarin, Presiden menegaskan dirinya tidak ikut campur dalam urusan Pilpres dengan segala koalisinya. Baginya, urusan usung mengusung calon merupakan kewenangan partai politik.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Daftar Kru dan Penumpang Korban Helikopter PK CFX

Jumat, 17 April 2026 | 13:08 WIB
X