Minggu, 19 April 2026

Virus Polio Tipe 2 Sudah Berkeliaran, Kemkes Optimis Sub PIN Pertama Sukses

Fahmi Akbar, Radar Depok
- Jumat, 26 Januari 2024 | 06:50 WIB
DITETESI : Balita di Tanah Baru menerima vaksin polio di Puskesmas Tanah Baru, Komplek Depok Mulya No3 RT2/1, Kelurahan Tanah Baru, Beji Kota Depok. (AMANDA/RADAR DEPOK)
DITETESI : Balita di Tanah Baru menerima vaksin polio di Puskesmas Tanah Baru, Komplek Depok Mulya No3 RT2/1, Kelurahan Tanah Baru, Beji Kota Depok. (AMANDA/RADAR DEPOK)

RADARDEPOK.COM – Adanya temuan kasus polio di Madura dan Klaten, Jawa Tengah, membuat pemerintah menyatakan outbreak polio.

Dampaknya dilakukan imunisasi tambahan dengan Sub Pekan Imunisasi Nasional Polio (Sub PIN Polio). Kementerian Kesehatan juga melakukan surveilan di daerah sekitar dan ditemukan sembilan anak sehat yang terdapat virus polio.

Kemarin (25/1) Dirjen Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit (P2P) Kemenkes Maxi Rondonuwu mengatakan setelah diketahui ada anak yang lumpuh layu dan positif polio, maka Kemenkes melakukan investigasi.

Baca Juga: Kebakaran Hebat di Belakang SDN Pondok Cina 1 Depok, Penghuni Rumah Temukan Alquran Masih Utuh

Sasarannya adalah anak sehat yang berada di sekitar pasien. “Kami periksa laboratorium. Dari sampel 30 anak, sembilan positif virus (polio),” katanya. Meskipun sembilan orang itu tidak bergejala.

Hal ini menurut Maxi menandakan bahwa virus polio sudah bersirkulasi. Jenis virus polionya sama, yakni tipe 2. Namun karena tidak mempunyai gejala polio, maka tidak dikatakan kasus polio. 

Pada 15 Januari lalu dimulai Sub PIN Polio pertama. Waktunya sepekan. Vaksin polio yang digunakan adalah novel Oral Polio Vaccine Type 2 (nOPV2). Sasarannya 8,4 juta anak usia 0 sampai 7 tahun.

Baca Juga: Penyakit DBD di Depok Meningkat, Masih Ada Pasien yang Dirawat

Pada akhir Sub PIN polio pertama, hanya 97 persen dari sasasran yang dapat vaksin ini. Kemudian Kemenkes memberikan waktu sepekan lagi untuk setiap dinas kesehatan menyisir siapa saja yang belum dapat vaksin ini.

Sub PIN Polio ini merupakan rekomendasi dair Komite Imunisasi Nasiona. Diselenggarakan dua putaran. Setelah Sub PIN pertama, Sub PIN kedua dilakukan pada 19 Februrari nanti.

“Di Sleman tidak ada kasus polio, tapi karena perbatasan dengan daerah yang ditemukan polio maka Sub PIN diperluas,” ucapnya.

Baca Juga: Ketua Bappilu DPC Partai Gerindra Depok Hamzah: Ingin Menjemput Cita-cita Menangkan Prabowo-Gibran di Depok

Adanya polio ini merupakan salah satu dampak dari imunisasi rutin yang kendor. Maxi memaparkan pada 2020-2-21 atau saat pandemi Covid-19, cakupan vaksin polio melalui oral (OPV) rendah.

“Yang vaksin suntik atau IPV ini setiap tahun juga rendah,” katanya. Dia minta agar vaksinasi rutin harus diberikan kepada anak sesuai dengan tahapan usianya.

Pemerintah merencanakan menghapus OPV. Kementerian Kesehatan bersama dengan Technical Advisory Group of Immunization (ITAGI).

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Fahmi Akbar

Sumber: Jawa Pos

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Polda Metro Jaya Amankan Ganja 6,2 Kg di Depok

Kamis, 16 April 2026 | 07:00 WIB
X