Minggu, 19 April 2026

Hasbullah Rahmad Sampaikan Jawa Barat Gelontorkan Rp1,9 Triliun untuk Penanganan Stunting 2025

Arnet Kelmanutu, Radar Depok
- Selasa, 25 Juni 2024 | 05:45 WIB
Anggota DPRD Jawa Barat Fraksi PAN, Hasbullah Rahmad (DOKUMEN PRIBADI)
Anggota DPRD Jawa Barat Fraksi PAN, Hasbullah Rahmad (DOKUMEN PRIBADI)

RADARDEPOK.COM-Permasalahan Stunting memang menjadi konsentrasi seluruh pihak, terlebih Provinsi Jawa Barat. Tercatat untuk menangani stunting di wilayah Jawa Barat, DPRD bersama Pemerintah Provinsi sepakat menggelontorkan Rp1,9 triliun untuk tahun 2025 guna mencegah hingga membenahi stunting.

Pernyataan ini disampaikan secara langsung Anggota DPRD Jawa Barat Fraksi PAN, Hasbullah Rahmad saat diwawancara Radar Depok, Senin (24/6/2024).

Baca Juga: Kelurahan Pancoranmas Kota Depok Perketat Kamtibmas Lingkungan, Gandeng RT RW Maksimalkan Keamanan

“Tahun 2025, Jawa Barat menyiapkan anggaran pencegahan hingga membenahi stunting itu Rp1,9 triliun,” jelas Hasbullah Rahmad.

Menurutnya pencegahan dan penaggulangan itu berbeda, Hasbullah Rahmad merinci, jika pencegahan itu tidak ada lagi angka stunting dengan kasus baru. Sedangkan membenahi kasus stunting yang sudah ada agar bisa sembuh sehingga tumbuh kembang anak semakin baik.

Maka dari itu, Jawa Barat melakukan upaya kesehatan secara menyeluruh mulai dari hulu hingga hilir, seperti jaminan kesehatan Penerima Bantuan Iuran (PBI), pemberdayaan bidang kesehatan, pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak, penyediaan pangan yang baik, pengelolaan dan pemasaran hasil perikanan, pemberdayaan masyarakat desa, pengelolaan limbah dan penyediaan minum, hingga pengelolaan bantuan keuangan.

Baca Juga: Mengintip Kegiatan Rutin Posyandu Tawes 2 RW15 Beji Depok : 70 Balita Rutin Dicek, Perhatikan Warga Lanjut Usia

“Itu semua rumpun program penanganan stunting yang Jawa Barat gelontorkan. Jadi dari penganganan stunting sampai penanganan stunting,” tegas Sekretaris DPD PAN Jawa Barat itu.

Alasan harus dibenahi secara menyeluruh sebab kata Hasbullah Rahmad, stunting bukan hanya persoalan gizi buruk tapi ketidakpahaman dalam menghasuh anak untuk sehat. Dan penyebab salah satunya adalah pernikahan usia dini.

Sebab disampaikan putra asli Kota Depok karena pernikahan usia dini menjadi faktor pencipta stuntig. Hal ini dikarenakan tidak mengerti dalam mengasuh anak yang baik dan sehat dalam tumbuh kembangnya.

Baca Juga: Dijebol Maling, Toko Vape di Mampang Kota Depok Alami Kerugian Rp10 Juta

“Jadi ada kejadian ada yang nikah dini, lalu anaknya dititipkan ke orang tua dengan memberikan susu kaleng. Padahal idealnya anak itu harus mendapatkan ASI selama dua tahun, tapi ini satu atau dua bulan sudah dititipkan keluarganya dan diberikan susu kaleng. Sehingga pertumbuhannya tidak baik,” beber Hasbullah Rahmad.

Selanjutnya soal konsumsi makanan baik ibu dan anak, seperti di Kota Depok yang sempat menyita perhatian masyarakat. Saat itu, Hasbullah Rahmad sangat menyoroti makanan penanganan anak stunting hanya berupa tahu dam kuah sop yang tidak memenuhi standar pangan stunting untuk anak.

Baca Juga: Parah! Situ Bahar Depok Dicemari Limbah B3 Dua Pabrik, Ikan Mati hingga Ancam Keberadaan Sumur Resapan

“Saat itu saya sangat menyoroti, itu bentuk pengawasan serius dari saya. Seharusnya makanan anak stunting itu harus ada susu, daging, sayur, dan lainnya. Harus 4 sehat 5 sempurna. Dan untuk Kota Depok dari Jawa Barat itu dianggarkan Rp40 miliar,” tutup Hasbullah Rahmad.***

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Polda Metro Jaya Amankan Ganja 6,2 Kg di Depok

Kamis, 16 April 2026 | 07:00 WIB
X