RADARDEPOK.COM-Permasalahan Stunting memang menjadi konsentrasi seluruh pihak, terlebih Provinsi Jawa Barat. Tercatat untuk menangani stunting di wilayah Jawa Barat, DPRD bersama Pemerintah Provinsi sepakat menggelontorkan Rp1,9 triliun untuk tahun 2025 guna mencegah hingga membenahi stunting.
Pernyataan ini disampaikan secara langsung Anggota DPRD Jawa Barat Fraksi PAN, Hasbullah Rahmad saat diwawancara Radar Depok, Senin (24/6/2024).
Baca Juga: Kelurahan Pancoranmas Kota Depok Perketat Kamtibmas Lingkungan, Gandeng RT RW Maksimalkan Keamanan
“Tahun 2025, Jawa Barat menyiapkan anggaran pencegahan hingga membenahi stunting itu Rp1,9 triliun,” jelas Hasbullah Rahmad.
Menurutnya pencegahan dan penaggulangan itu berbeda, Hasbullah Rahmad merinci, jika pencegahan itu tidak ada lagi angka stunting dengan kasus baru. Sedangkan membenahi kasus stunting yang sudah ada agar bisa sembuh sehingga tumbuh kembang anak semakin baik.
Maka dari itu, Jawa Barat melakukan upaya kesehatan secara menyeluruh mulai dari hulu hingga hilir, seperti jaminan kesehatan Penerima Bantuan Iuran (PBI), pemberdayaan bidang kesehatan, pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak, penyediaan pangan yang baik, pengelolaan dan pemasaran hasil perikanan, pemberdayaan masyarakat desa, pengelolaan limbah dan penyediaan minum, hingga pengelolaan bantuan keuangan.
“Itu semua rumpun program penanganan stunting yang Jawa Barat gelontorkan. Jadi dari penganganan stunting sampai penanganan stunting,” tegas Sekretaris DPD PAN Jawa Barat itu.
Alasan harus dibenahi secara menyeluruh sebab kata Hasbullah Rahmad, stunting bukan hanya persoalan gizi buruk tapi ketidakpahaman dalam menghasuh anak untuk sehat. Dan penyebab salah satunya adalah pernikahan usia dini.
Sebab disampaikan putra asli Kota Depok karena pernikahan usia dini menjadi faktor pencipta stuntig. Hal ini dikarenakan tidak mengerti dalam mengasuh anak yang baik dan sehat dalam tumbuh kembangnya.
Baca Juga: Dijebol Maling, Toko Vape di Mampang Kota Depok Alami Kerugian Rp10 Juta
“Jadi ada kejadian ada yang nikah dini, lalu anaknya dititipkan ke orang tua dengan memberikan susu kaleng. Padahal idealnya anak itu harus mendapatkan ASI selama dua tahun, tapi ini satu atau dua bulan sudah dititipkan keluarganya dan diberikan susu kaleng. Sehingga pertumbuhannya tidak baik,” beber Hasbullah Rahmad.
Selanjutnya soal konsumsi makanan baik ibu dan anak, seperti di Kota Depok yang sempat menyita perhatian masyarakat. Saat itu, Hasbullah Rahmad sangat menyoroti makanan penanganan anak stunting hanya berupa tahu dam kuah sop yang tidak memenuhi standar pangan stunting untuk anak.
“Saat itu saya sangat menyoroti, itu bentuk pengawasan serius dari saya. Seharusnya makanan anak stunting itu harus ada susu, daging, sayur, dan lainnya. Harus 4 sehat 5 sempurna. Dan untuk Kota Depok dari Jawa Barat itu dianggarkan Rp40 miliar,” tutup Hasbullah Rahmad.***
Artikel Terkait
Anggota Komisi IV DPRD Jawa Barat Hasbullah Rahmad Terus Perjuangkan Sampah Depok Bisa Masuk TPPAS Lulut Nambo
Ketua Fraksi PAN DPRD Provinsi Jawa Barat Hasbullah Rahmad Terus Kawal Pembangunan di Jawa Barat demi Masyarakat
Hasbullah Rahmad Bangga Revitalisasi Situ Rawa Kalong Kini Bermanfaat, Apapun Untuk Kepentingan Warga
Sekretaris DPW PAN Jawa Barat, Hasbullah Rahmad: Serukan Pemilu 2024 di Depok Tanpa Polarisasi
Hasbullah Rahmad: Perhatikan Kesehatan KPPS se-Kota Depok! Tahun 2019 Jangan Terulang
Hasbullah Rahmad Bedah Perda No5 Tahun 2021 di Cilangkap Depok