Dengan keputusan Biden ini, yang paling menarik untuk disimak menurutnya, adalah keputusan Partai Demokrat untuk menentukan siapa calon yang akan diajukan. Akademisi dari Universitas Padjajaran (Unpad) itu bahkan menyebut, pekerjaan rumah (PR) dari Partai yang didirikan tahun 1828 itu double.
Pasalnya, selain harus cepat menentukan kandidat calon presidennya, Partai Demokrat juga harus mencari pasangan yang tepat untuk kandidat calon wakil presiden. ”Ini yang susah,” katanya.
Sebetulnya ada banyak nama potensial. Seperti Gavin Newsom yang kini menjabat sebagai Gubernur California, Joshua David Shapiro yang merupakan seorang politikus dan kini menjabat sebagai Jaksa Agung Pennsylvania.
Ada pula Pete Buttigieg, Menteri Transportasi Amerika Serikat. Dan tak ketinggalan, Kamala Harris yang kini menduduki posisi Wakil Presiden AS. ”Bahkan diperkirakan Hillary Clinton mau maju juga,” sambungnya.
Baca Juga: Rayakan Hari Jadi! Radar Depok Gelar Fun Walk, Daftar Gratis Hadiah Melimpah
Biden sendiri “mengajukan” Haris untuk menggantikannya dalam bursa calon presiden AS ini. Reza menilai, Haris memiliki kans untuk bisa bertanding di bursa calon presiden ini.
Riwayat pendidikannya tinggi, terakhir ia diketahui mendapat gelar Jurisprudentiae Doctor dari UC Law San Francisco. Kemudian, rekam jejak karirnya cukup menjanjikan. Pernah menjadi senator hingga menjadi Wakil Presiden AS.
Kelebihan lainnya, Harris hidup di lingkungan masyarakat multikultural di AS. Ini jadi poin plus lainnya. ”Dia pun sudah teruji mendampingi Biden. Dia sudah siap mental. Tap ikan tetap harus punya mitra ya,” paparnya.
Mitra untuk menjadi wakil presiden ini yang harus benar-benar diperhatikan. Selain background yang ciamik, Demokrat dirasa perlu mempertimbangkan kandidat dari golongan white American. Karena diakui atau tidak, kultur di sana masih cukup kental soal hal ini.
Baca Juga: Kejari Depok Dalami Dugaan Gratifikasi di Kasus Cuci Rapor Kota Depok, Disdik Telusuri PPDB SD
”Nah di Amerika serikat ini sistemnya memang meritokrasi. Tapi tidak mungkin Kamala Haris naik, lalu wakilnya tidak mungkin berwarna lagi. Bisa jadi santapan Trump itu nanti,” ungkapnya. Mengingat, bagi sebagian warga AS, slogan Trump “Make America Great Again” banyak diartikan sebagai make America white again.
Di tengah sisa waktu yang begitu sempit ini, Reza meyakini Demokrat bisa memecah kebuntuannya. Bahkan, bisa jadi bakal banyak kejutan-kejutan yang menarik untuk disimak di sisa perjalanan pemilu AS.
”Jadi saya rasa Trump juga tak perlu jumawa. Karena apapun masih bisa terjadi. Apalagi kalau sampai dia salah ngomong yang akhirnya melukai atau menyinggung masyarakat Amerika ya,” pungkasnya.***
Artikel Terkait
Januari hingga Juni 2024 : 698 WNI Korban Kasus Perdagangan Orang, Ini Rincian Daerahnya
Imam Budi Hartono Langsung Bantu Warga Rumah Rubuh, Pemilik Rumah: Alhamdulillah
Kejadian Cuci Rapor di Kota Depok Bisa Dipidanakan, Begini Penjelasan Pengamat
Gubernur Jawa Barat Laporkan SMP Negeri 19 Depok ke Kemendikburistek, Komisi D DPRD Depok Segera Lakukan Pembahasan
Mulai Tahun Ajaran Baru, Imam Budi Hartono Hadiahi MIN 1 Depok Smart Board
Dugaan Rumah Dosen di Kota Depok Jadi Kantor Rahim
Imam Budi Hartono Fokus Bugarkan Masyarakat, Begini Penjelasannya