Minggu, 19 April 2026

Joe Biden Mundur, Kamala Harris jadi Kandidat Kuat Lawan Donald Trump

Fahmi Akbar, Radar Depok
- Selasa, 23 Juli 2024 | 08:45 WIB
Kamala Harris dan Joe Biden (Instagram @kamalaharris)
Kamala Harris dan Joe Biden (Instagram @kamalaharris)

Dengan keputusan Biden ini, yang paling menarik untuk disimak menurutnya, adalah keputusan Partai Demokrat untuk menentukan siapa calon yang akan diajukan. Akademisi dari Universitas Padjajaran (Unpad) itu bahkan menyebut, pekerjaan rumah (PR) dari Partai yang didirikan tahun 1828 itu double.

Pasalnya, selain harus cepat menentukan kandidat calon presidennya, Partai Demokrat juga harus mencari pasangan yang tepat untuk kandidat calon wakil presiden. ”Ini yang susah,” katanya.

Sebetulnya ada banyak nama potensial. Seperti Gavin Newsom yang kini menjabat sebagai Gubernur California, Joshua David Shapiro yang merupakan seorang politikus dan kini menjabat sebagai Jaksa Agung Pennsylvania.

Ada pula Pete Buttigieg, Menteri Transportasi Amerika Serikat. Dan tak ketinggalan, Kamala Harris yang kini menduduki posisi Wakil Presiden AS. ”Bahkan diperkirakan Hillary Clinton mau maju juga,” sambungnya.

Baca Juga: Rayakan Hari Jadi! Radar Depok Gelar Fun Walk, Daftar Gratis Hadiah Melimpah

Biden sendiri “mengajukan” Haris untuk menggantikannya dalam bursa calon presiden AS ini. Reza menilai, Haris memiliki kans untuk bisa bertanding di bursa calon presiden ini.

Riwayat pendidikannya tinggi, terakhir ia diketahui mendapat gelar Jurisprudentiae Doctor dari UC Law San Francisco. Kemudian, rekam jejak karirnya cukup menjanjikan. Pernah menjadi senator hingga menjadi Wakil Presiden AS.

Kelebihan lainnya, Harris hidup di lingkungan masyarakat multikultural di AS. Ini jadi poin plus lainnya. ”Dia pun sudah teruji mendampingi Biden. Dia sudah siap mental. Tap ikan tetap harus punya mitra ya,” paparnya.

Mitra untuk menjadi wakil presiden ini yang harus benar-benar diperhatikan. Selain background yang ciamik, Demokrat dirasa perlu mempertimbangkan kandidat dari golongan white American. Karena diakui atau tidak, kultur di sana masih cukup kental soal hal ini.

Baca Juga: Kejari Depok Dalami Dugaan Gratifikasi di Kasus Cuci Rapor Kota Depok, Disdik Telusuri PPDB SD

”Nah di Amerika serikat ini sistemnya memang meritokrasi. Tapi tidak mungkin Kamala Haris naik, lalu wakilnya tidak mungkin berwarna lagi. Bisa jadi santapan Trump itu nanti,” ungkapnya. Mengingat, bagi sebagian warga AS, slogan Trump “Make America Great Again” banyak diartikan sebagai make America white again.

Di tengah sisa waktu yang begitu sempit ini, Reza meyakini Demokrat bisa memecah kebuntuannya. Bahkan, bisa jadi bakal banyak kejutan-kejutan yang menarik untuk disimak di sisa perjalanan pemilu AS.

”Jadi saya rasa Trump juga tak perlu jumawa. Karena apapun masih bisa terjadi. Apalagi kalau sampai dia salah ngomong yang akhirnya melukai atau menyinggung masyarakat Amerika ya,” pungkasnya.***

 

 

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Fahmi Akbar

Sumber: Jawa Pos

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Polda Metro Jaya Amankan Ganja 6,2 Kg di Depok

Kamis, 16 April 2026 | 07:00 WIB
X