Baca Juga: Komplotan Begal Kambing Sasar Cilangkap Depok, 4 Ekor Lenyap Disasakan Hanya Jeroan
Kepala UPT Pasar Kemirimuka, Wahyu Syahadat mengatakan, harga beras premium merek petruk Rp13.000 per liter, sedangkan beras jeruk mencapai Rp14.800.
Sekretaris Jenderal DPP IKAPPI Reynaldi Sarijowan menilai lonjakan harga beras disebabkan oleh Badan Urusan Logistik atau Bulog yang hanya mengandalkan operasi pasar.
“Memang belum optimal dan belum efektif penurunan harga beras ini dikarenakan Bulog hanya mengandalkan operasi pasar, yang notabennya operasi pasar tersebut tidak menggelar atau tidak melaksanakannya di dalam pasar, tapi justru di luar pasar,” ujar Reynaldi.
Baca Juga: Open BO di Lapas Cipinang 1,5 juta, Datang Suster Seksi
Reynaldi mengatakan operasi pasar ini juga membuat para pedagang yang memiliki stok beras impor maupun lokal kesulitan menjual berasnya.
“Maka kami mendorong supaya ada operasi pengendalian harga dengan cara apa? Beras yang dimiliki oleh Bulog saat ini baik itu impor ataupun serapan dari petani segera didistribusikan ke pasar-pasar. Kalau bulog masih berjualan atau operasi pasar di luar pasar, ini akan mengalami permasalahan terus di kemudian hari,” ujarnya.
Reynaldi mengatakan para pedagang beras merasa kecewa karena impor beras tidak berhasil meredam harga. Hingga sampai saat ini harga beras medium rata-rata masih dijual di atas Rp12.000-Rp13.000 per kilogram.
Baca Juga: ODF 100 Persen, Sekda Supian Suri : Depok Kota Sehat
Dia meminta Bulog untuk serius menangani permasalahan harga beras yang masih melonjak, agar persiapan para pedagang menjelang Ramadan dan Idul Fitri bisa berjalan dengan lancar. Selain itu, masyarakat juga bisa membeli beras dan komoditas lain dengan harga yang terjangkau.
“Permasalahan ini harus ditangani dengan baik, harga harus bisa secepatnya diturunkan, dan jangan sampai seperti minyak goreng langka dimana-mana. Malu kita negara penghasil padi terbesar, ternyata dalam negeri sendiri mengalami persoalan,” kata dia.
Selain itu, dia mengimbau kepada Bulog untuk fokus dalam menangani persoalan harga beras yang masih melonjak di pasaran, agar saat datangnya bulan puasa Ramadan dan lebaran Idul Fitri, Indonesia bisa memiliki stok beras yang melimpah.
Baca Juga: Pembangunan Perumahan di Jalan Jambu Disetop , Belum Kantongi Izin Sudah Bangun Lima Ruko
“Bulog fokus saja menangani persoalan harga beras, jangan fokus dengan urusan lain. Maret nanti akan mengalami panen raya dan harga gabah kering di petani harus ditingkatkan agar petani juga sejahtera, agar dari hulu ke hilir sejahtera,” kata dia.(mg7/rd)
Jurnalis : Wilda Apriyani
Artikel Terkait
Tahun Ini Kantor Kelurahan Cipas Depok Dibongkar Paksa, Ini Keladinya
2024, Dinkes Depok Kencangkan Kemitraan dan Surveilans
Richard Eliezer Tetap di Polri, Sidang KKEP Berikan Sanksi Administratif
Berikut Ini 9 Alasan Richard Eliezer Tak Dipecat sebagai Anggota Polri
Pembangunan Perumahan di Jalan Jambu Disetop , Belum Kantongi Izin Sudah Bangun Lima Ruko