Hanya, pelaksanaannya selalu ditunda hingga akhirnya tidak pernah terlaksana. "Jadi sebetulnya masalahnya itu saja, tidak terlalu luas," ujarnya.
Menurut Yayat, permasalahan tersebut, kini memang menjadi persoalan tersendiri. Kemana warga akan dipindah? Itu menjadi pertanyaan yang harus dijawab oleh pemerintah. Namun demikian, dia menilai bahwa relokasi warga jadi opsi yang lebih baik.
Baca Juga: Kebakaran Depo Plumpang 13 Orang Meninggal, Pertamina Belum Pastikan Penyebabnya
”Kalau mau ya dibuat zona pembatas saja di situ berjarak antara 50 - 100 meter. Kalau perlu dipagar dua lapis supaya zona itu jadi zona yang sama sekali aman dan tertutup dari aktivitas penduduk," bebernya.
Kemarin Tim Gabungan Polri kembali mendatangi lokasi kebakaran. Mereka datang untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombespol Trunoyudo Wisnu Andiko menyebut, tim itu terdiri atas personel dari Pusat Indonesia Automatic Fingerprint Identification System (Pusinafis), Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor), dan Polda Metro Jaya.
Baca Juga: Kebakaran Depo Pertamina Plumpang: Dikabarkan 5 Orang Meninggal, 10 Dilarikan ke RSUD Koja
Secara keseluruhan ada 25 personel yang bekerja dalam tim gabungan itu. Melalui olah TKP kemarin, mereka berusaha mencari titik api pertama dalam insiden kebakaran pada Jumat malam lalu (3/3). ”Sehingga nanti bisa diketahui penyebabnya,” ungkap dia.
Sampai kemarin sore, tim itu masih bekerja. Mereka menyisir pemukiman warga terdampak kebakaran di Tanah Merah, Jakarta Utara.
Garis polisi masih terpasang di sekitar lokasi tersebut. Petugas tidak memperbolehkan sembarangan orang masuk area tersebut. Selain tin yang bekerja, hanya warga berkepentingan boleh masuk.
Baca Juga: Depo Pertamina Plumpang Koja Jakarta Utara Kebakaran
Bukan hanya di darat, petugas Pusinafis mengambil data dan informasi dari udara. Beberapa kali mereka menerbangkan drone di pemukiman yang berbatasan langsung dengan Depo Pertamina Plumpang.
Trunoyudo menyebut, drone diterbangkan untuk memetakan TKP. Bahkan tidak hanya drone, Polri turut mengandalkan pencitraan satelit.
Menurut dia, Polri melihat TKP secara umum dan secara khusus. Pencitraan satelit adalah bagian dari cara mereka melihat TKP secara umum.
Baca Juga: Selebgram Asal Kediri Azura Luna Tipu Anak Presiden AS Joe Biden, Ini Profilnya
Artikel Terkait
Kelas, 600 Pebulutangkis Berebut Piala Walikota Depok
425.824 Kendaraan di Depok Belum Bayar Pajak, Termasuk Ratusan Mobil Mewah dan Moge
Piala Asia U-20 : Suriah vs Indonesia, Garuda Wajib Menang
Jemaah Haji di Depok Berangkat dari Soekarno-Hatta Bukan dari Kertajati
Pasutri di Depok Dianiaya, Suami Meninggal Istri Luka di Kepala, Keladinya Gara-gara Ini