Minggu, 19 April 2026

Relokasi Warga atau Depo Pertamina? Jokowi Perintahkan Menteri BUMN Beri Solusi Dalam 1-2 Hari

Fahmi Akbar, Radar Depok
- Senin, 6 Maret 2023 | 06:50 WIB
Anggota Polri dengan dibantu Unit Satwa K-9 melakukan pencarian korban di lokasi terdampak kebakaran Depo Pertamina di kawasan jalan Koramil, Rawa Badak Selatan, Koja, Jakarta Utara, Minggu (5/3/2023). Menurut Danramil 01 Koja Mayor Infantri Ikhwan, hingga kini petugas masih mencari tiga anak yang diduga tertimbun reruntuhan rumah yang hangus terbakar saat kejadian kebakaran Depo Pertamina pada Jumat (3/3) malam. (FOTO : FEDRIK TARIGAN/ JAWA POS)
Anggota Polri dengan dibantu Unit Satwa K-9 melakukan pencarian korban di lokasi terdampak kebakaran Depo Pertamina di kawasan jalan Koramil, Rawa Badak Selatan, Koja, Jakarta Utara, Minggu (5/3/2023). Menurut Danramil 01 Koja Mayor Infantri Ikhwan, hingga kini petugas masih mencari tiga anak yang diduga tertimbun reruntuhan rumah yang hangus terbakar saat kejadian kebakaran Depo Pertamina pada Jumat (3/3) malam. (FOTO : FEDRIK TARIGAN/ JAWA POS)

Dia juga mengecek kebutuhan dan supply bantuan. Dipastikan penanganan korban kebakaran mendapat prioritas dan berjalan cepat, baik melalui BNPB maupun Kementerian Sosial (Kemensos).

Baca Juga: Korban Meninggal Kebakaran Depo Pertamina Plumpang Bertambah, Ini Rinciannya

“Bantuan tenda darurat dan logistik sudah tersedia. Selanjutnya terus dicek kebutuhan-kebutuhan lainnya, khususnya untuk perempuan dan anak,” ungkapnya. 

Muhadjir menyampaikan, presiden telah menugaskan dilakukan audit menyeluruh pada obyek-obyek vital yang berdekatan dengan pemukiman warga.

Termasuk, memerintahkan Menteri BUMN Erick Thohir dan Pj Gubernur DKI Heru Budi Hartono untuk mencari solusi supaya zona bahaya pemukiman di sekitar depo bisa ditangani. Sehingga, kejadian serupa tidak terjadi lagi.

Baca Juga: Kebakaran Depo Pertamina Plumpang, Menteri BUMN Erick Thohir: Segera Usut Tuntas

"Khusus untuk kasus Depo Pertamina Plumpang, Presiden menugaskan menteri BUMN dan pak gubernur segera mengkaji alternatif untuk relokasi permukiman sekitar depo atau pemindahan depo pertamina," paparnya. 

Sementara itu, Pengamat Tata Kota dari Universitas Trisakti Yayat Supriyatna mengungkapkan, opsi untuk memindahkan Depo Pertamina Plumpang harus diaudit ulang.

Menurut dia, memindahkan depo membutuhkan investasi yang cukup besar. Terlebih, di sana sudah ada pipa tertanam sepanjang lima kilometer dari pelabuhan. "Jadi, yang paling realistis adalah relokasi penduduk," ungkapnya.

Baca Juga: Riwayat Depo Pertamina Plumpang Jakarta Utara: Pernah Kebakaran di Tahun 2009

Rencana relokasi warga, dikatakan Yayat, sebenarnya sudah ada sejak 2009. Namun, karena persoalan sengketa lahan di wilayah tersebut, relokasi tidak pernah terlaksana hingga saat ini.

Sesuai sejarahnya, dikatakan Yayat, Depo Pertamina Plumpang memang berdiri lebih dulu. Kawasan di sekitarnya sudah ada tanah negara yang diklaim Pertamina.

Namun, karena ada persoalan status hukum dan lainnya di pengadilan, persoalan menggantung hingga akhirnya tanah tersebut diduduki masyarakat. "Nah, kalau sudah seperti itu kan susah," ucapnya.

Baca Juga: Dampak Kebakaran Depo Pertamina Plumpang Ratusan Warga Mengungsi

Untuk antisipasi kejadian serupa, masih kata Yayat, sudah ada rencana pembuatan buffer zone. Bahkan, hal tersebut sudah direncanakan sejak lama dan disampaikan beberapa kali.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Polda Metro Jaya Amankan Ganja 6,2 Kg di Depok

Kamis, 16 April 2026 | 07:00 WIB
X