RADARDEPOK.COM – Pemilihan legislatif (Pileg) 2024 telah usai. Tapi hingga kemarin (16/5), kepastian apakah jadi wakil rakyat belum juga ada tanda-tanda.
Padahal, sejumlah uang sampai ratusan juta sudah digelontorkan demi memuluskan menjadi anggota DPRD Depok, kepada oknum Liaison Officer (LO) alias Pejabat Penghubung. Hal itu yang dirasakan calon legislatif (Caleg) dari Partai Nasdem Kota Depok, Adhi Nugraha dan MY.
Caleg daerah pemilihan (Dapil) Sawangan, Bojongsari dan Cipayung (Saboci), Adhi Nugraha menjelaskan, banyak uang yang sudah diberikan kepada oknum LO berinisial TG.
Memang pemberiannya tidak langsung semua, tapi dicicil. Awalnya, oknum LO ini meminta uang untuk pengkondisian semua suara caleg pada 1 Desember 2023.
Permintaan itu juga kata LO tersebut untuk mengamankan sebanyak 4.000 suara di Sawangan, Bojongsari dan Cipayung di Komisi Pemilihan Umum (KPU). Si oknum meminta Rp65 juta. Adanya hal itu lantas Adhi tak langsung percaya.
“Saya tidak langsung percaya. Tapi pada 3 Desember 2023 Pak Ketua Hardiono whatsapp (WA) seperti ini ‘Assalamualaikum. kaka ditanya kk Teguh. Serius atau tidak’. Adanya WA itu saya jadi yakin,” ungkap Adhi Nugraha kepada Harian Radar Depok, Kamis (16/5).
Setelah itu, sambung dia, tidak lantas ditransfer. Dia masih mengayun. Dan pada akhirnya pada 15 Desember 2023, oknum LO TG ini WA kembali minta bertemu di kantor DPD. Karena dia tidak bisa akhirnya tidak jadi bertemu.
Tapi oknum LO ini menjelaskan hanya sebagai penghubung dan negosiator semua keputusan soal paket ada pada dirinya.
“Pada 16 Desember akhirnya saya transfer Rp15 juta itu karena pihak LO meminta. Selanjutnya saya trasfer kembali pada 29 Desember 2023 Rp40 juta kepada oknum LO TG ini,” beber Adhi Nugraha.
Baca Juga: Polisi Bidik Tersangka Lain Tragedi SMK Lingga Kencana Depok : PO Bus dan Sekolah Diincar
Menurut Adhi, semua bukti transfer dan rekaman sudah disimpan sebagai bukti. Jika ditotal yang ditransfer mencapai Rp166.300.000, sementara yang cash sekira Rp20 jutaan. Dari dana sebesar itu juga termasuk down peyment (DP) suara yang dihargai Rp100.000.
“LO ini meminta Rp350 juta, tapi saya DP saja Rp50 juta. Banyak uang sudah dikeluarkan baik yang kecil Rp500 ribu sampai Rp50 juta,” ungkapnya.
Alibinya uang itu, kata Adhi, ada yang buat KPU, suara partai, sampai karaoke. Terkait suara partai yang kurang. Adhi sempat bertemu dengan Ketua Partai Buruh dan yang bersangkutan tidak merasa menerima uang yang dimaksud. Pihaknya belum melaporkan hal ini ke yang berwajib lantaran ingin memilih jalur musyawarah.