“Kalau memang tidak itikad baik dan tidak ada mufakat buat kekeluargaan. Baru kita tindak lanjutin ke pihak yang berwajib. Korban yang kena tipu tidak hanya saya ada juga yang lainnya. Sampai hari ini oknum LO tersebut tidak diketahui keberadaanya. WA saya diblock,” tegas Adhi Nugraha.
Penasehat Adhi Nugraha, Soetono Toere mengatakan, munculnya hal ini karena adanya keresahan dari Adhi Nugraha yang sudah dijanjikan jadi dewan tapi tak kunjung terwujud. Dia hanya ingin mencari jalan tengah agar permasalahan tersebut bisa terpecahkan.
“Kami ingin musyawarah. Maksimal satu bulan kedepan sudah ada solusinya,” tegas Soetono Toere.
Caleg Cilodong, Tapos dari Partai Nasdem Depok, MY juga mengaku, memberikan uang sekitar Rp120 juta kepada oknum LO yang sama dengan Adhi Nugraha.
Memang pemberian uang itu tidak langsung semua, tapi dicicil bertahap. Dana itu dijanjikan sudah pasti jadi dewan. Dan sekaligus ada juga buat KPU serta lainnya.
Seluruh bukti transferan, sambung MY, sudah disimpan dan ada saksi juga. Pelunasan uang ratusan juta itu dia lunasi satu bulan jelang pencoblosan 14 Februari 2024. “Saya jelas ditipu. Sebab hingga kini tidak ada kabar dari oknum LO tersebut,” tegas MY.
Baca Juga: Imbas Tragedi SMK Lingga Kencana, Dishub Depok Kebanjiran Permohonan Pemeriksaan Bus Study Tour
Adanya hal ini, Ketua DPD Partai Nasdem, Hardiono meminta agar konfirmasi pada pihak yang bersangkutan, seperti caleg tersebut dan salah satu LO yang memang namanya muncul dalam kasus dugaan penipuan ini.
Hardiono juga menyarankan agar caleg tersebut menumpuh jalur hukum. “Silakan aja buat laporan ke Polisi, jangan berpolemik nanti akan kena pasal,” tegas Hardiono saat dikonfirmasi Radar Depok, Kamis (16/5).
Menurutnya yang bisa membuktikan benar atau tidak adalah kepolisian, sehingga dirinya meminta untuk melalui jalur hukum. Kalau sudah laporankan nanti semuanya dipanggil.
Baca Juga: Sopir Bus Maut SMK Lingga Kencana Depok jadi Tersangka : Tujuh Korban Luka di RS UI Masuk ICU
“Jangan jalur opini nanti jadi fitnah. Itu caleg ada barang buktinya tidak, silakan laporan saja,” ungkap Hardiono.
“Silakan konfirmasi saja dengan yang bersangkut, jangan sebut-sebut nama saya dengan seenaknya. Bilang saja sama dia (Caleg tersebut) jangan masukin ke media tapi masukin laporan ke kepolisian,” tegas Hardiono.***
Artikel Terkait
Sosok Korban Kecelakaan Maut Romongan SMK Lingga Kencana, Mahesya Putra : Tak Banyak Neko Soal Kehidupan, Meninggal di H-3 Ulang Tahun
Rp60 Juta untuk Korban Tragedi SMK Lingga Kencana Depok : Biaya Study Tour Rp800 Ribu, Sekolah Janji Evaluasi
Investigasi KNKT Tragedi SMK Lingga Kencana Depok : Sasis Bus Sudah Tua, Supir Belum Bisa Diperiksa Polisi
Tragedi Kecelakaan Maut SMK Lingga Kencana Depok : Satu Korban Masih di ICU
Kecelakaan Bus SMK Lingga Kencana, Rezky M Noor Minta Disdik Evaluasi Study Tour : Gali Potensi Wisata Depok
1.000 Lilin Solidaritas Pelajar Depok untuk Korban Tragedi SMK Lingga Kencana
Dewan Pakar PKS Depok Bulatkan Tekad Menangkan Imam Budi Hartono di Pilkada, Begini Keterangan Mohammad Idris : 100 Persen Dukung