Prof Adrianus Meliala mengimbau agar dimensi masyarakat tetap sadar jangan serakah. Terhadap, iming-iming besar bergelap mata. “Dari dimensi pengawas, agar tipis telinga saat memantau kemungkinan penyimpangan. Jangan hanya menunggu pengaduan,” tegas dia.
Terpisah, Anggota Komisi B DPRD Depok, Ubaidilah menegaskan, hampir 10 tahun kasus Pandawa Group ini menarik bagi masyarakat.
Untuk menjadi perhatian, agar hal ini tidak terulang kembali. Kasus Pandawa Group, akan terus terjadi dengan nama yang berbeda tetapi polanya sama.
Baca Juga: KPK Rilis Kekayaan Raffi Ahmad Capai Rp1 Triliun, Ini Daftar Aset Mewahnya!
“Masyarakat, harus menjadikan pelajaran penting. Agar, tidak terjebak pada kesalahan yang berulang, pertama tetap kita harus kritis untuk berpikir apakah ini benar atau tidak,” tutur Ubaidilah.
Bahkan, Ubaidillah menuturkan masyarakat agar tidak mudah terjebak dengan tawaran menggiurkan maupun keuntungan. Karena, memahami dibalik keuntungan besar dipastikan mengintai resiko yang besar.
“Masyarakat, jangan ikut-ikutan mungkin melihat ada tokoh, ada artis atau ada saudara kita yang ikut menunjukkan rekeningnya lantas dari situ membuat percaya. Tetap kita harus kritis untuk memastikan apakah ini benar-benar investasi atau ini money game,” kata dia.
Baca Juga: Lesu! Anggota DPRD Depok RK Tersangka Asusila Ditahan, Pakai Sweater dan Sandal Jepit
Apalagi, Ubaidilah menyatakan Koperasi Pandawa, yang memberikan imbalan hasil 10 persen. Sedangkan, perbankan sendiri umumnya memberikan deposito 5-6 persen setahun.
“Pandawa, berani ngasih sebulan sedangkan perbankan sendiri itu berani dalam jangka waktu satu tahun,” tegas dia.
Ubaidilah mengatakan, KSP Pandawa yang menyatakan kepada masyarakat tidak ada jaminan. Meyakinkan, untuk masyarakat agar tergiur yang sangat bertolak belakang terhadap bank.
Baca Juga: Kasus Asusila Anggota DPRD Kota Depok, Guru Besar Kriminolog UI : Polisi Bisa Jemput Paksa RK
“Kalau di bank, ada jaminan. Satu atau dua miliar dijamin oleh pemerintah,kalau Pandawa tidak ada jaminan dari pemerintah. Sedangkan, selalu menyampaikan tidak ada resiko pasti untung,” kata dia.
Kemudian, Ubaidilah menjelaskan model tawaran yang didirikan Pandawa dengan menawarkan fixed income deposito setahun 5 persen. Dengan 5-6 persen, Pandawa menawarkan fixed income termasuk tawaran menggiurkan.
“Kita harus kritis, kita harus menyaring apa yang ditawarkan oleh mereka. Maka kita harus hati-hati, jangan sampai kita berharap untung, tapi malah buntung. Pastikan, mereka sudah berizin, OJK sehingga ada dasar hukum ada pengawasan pemerintah,” tandas Ubaidilah.***