Rabu, 29 Maret 2023

Pengajar Agama Mesum di Depok Dibui 18 Tahun

- Kamis, 2 Februari 2023 | 08:25 WIB
DIVONIS : Pengajar agama di Pondok Pesantren Riyadhul Jannah Achmad Fadilla Ramadhan divonis 18 tahun penjara, Rabu (1/2).  (DOK. RADAR DEPOK)
DIVONIS : Pengajar agama di Pondok Pesantren Riyadhul Jannah Achmad Fadilla Ramadhan divonis 18 tahun penjara, Rabu (1/2). (DOK. RADAR DEPOK)

RADARDEPOK.COM - Sungguh bejat kelakukan Achmad Fadilla Ramadhan. Sebagai Pengajar Agama di Pondok Pesantren Istana Yatim Riyadul Jannah, Kecamatan Beji, dia tega melakukan rudapaksa kepada anak didiknya sendiri. Beruntung, hakim sependapat dengan tuntutan jaksa yang menghukumnya selama 18 tahun penjara.

Ketua Majelis Hakim, Divo Ardianto dalam amar putusannya menyebutkan, sejumlah pertimbangan sebelum menjatuhkan hukuman kepada Ramadan.

Diantaranya, berdasarkan keterangan dari saksi-saksi maupun alat bukti. Di mana, dipersidangan diketahui bahwa yang mencolek RNZZ yakni ialah terdakwa, Doni, Imron dan kakak kelas yang akrab dipanggil Acong. 

Baca Juga: Puskesmas Cipas Layani Vaksin Booster Kedua

"Menyatakan terdakwa Achmad Fadilla Ramadhan terbukti bersalah melakukan kekerasan atau ancaman kekerasan, memaksa anak melakukan persetubuhan dengannya atau dengan orang lain, yang dilakukan oleh orang tua, wali, orang-orang yang mempunyai hubungan keluarga, pengasuh anak, pendidik, tenaga kependidikan, aparat yang menangani perlindungan anak, atau dilakukan oleh lebih dari satu orang secara bersama-sama," kata Divo dalam Ruang Sidang II, Rabu (1/2).

Divo menjelaskan, majelis hakim menjatuhkan sanksi terhadap terdakwa dengan pidana penjara selama 18 tahun dan denda sebesar Rp500.000.000,- subsidair 6 bulan kurungan. 

"Mewajibkan dan membebankan terhadap terdakwa untuk membayar restitusi kepada anak korban melalui ibu kandung korban sebesar Rp54.954.000,- subsidair 3 bulan kurungan dengan pertimbangan penilaian restitusi serta rincian dan penghitungan kerugian anak korban terlampir," tutur dia.

Baca Juga: 176 Faskes Se-Depok Dilarang Minta Duit

Sebelumnya, JPU Putri Dwi Astrini menuntut terdakwa Achmad Fadilla Ramadhan melanggar Pasal 81 ayat (1), ayat (3) jo Pasal 76 D UU Nomor 35 tahun 2014 tentang Perubahan atas UU Nomor 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak sebagaimana telah diubah dan ditambah dengan UU Nomor 17 tahun 2016 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti UU Nomor 1 tahun 2016 tentang Perubahan Kedua atas UU Nomor 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak Menjadi Undang-undang.

"Menjatuhkan pidana terhadap terdakwa dengan pidana penjara selama 18 tahun dan denda sebesar Rp500.000.000,- subsidair 6 bulan kurungan," kata Putri dalam surat tuntutannya. 

Selain itu, membebankan terdakwa untuk membayar restitusi kepada anak korban yang diwakili ibu kandung korban sebesar Rp54.945.000, subsidair 3 bulan kurungan.

Baca Juga: Pertama di Indonesia, Barang Bukti Kejari Depok Dipoles Biar Mahal 

"Mewajibkan dan membebankan terhadap terdakwa untuk membayar restitusi kepada anak korban yang diwakili ibu kandung korban sebesar Rp 54.945.000,- subsidair 3 bulan kurungan dengan pertimbangan penilaian restitusi serta rincian dan penghitungan kerugian anak korban terlampir," tutup dia.

Perlu diketahui, akibat perbuatan terdakwa juga diketahui dari Visum et Repertum Nomor : R/182/VER-PPT-KSA/VI/2021/Rumkit Bhay Tk I tanggal 22 Juni 2021 atas nama RNZZ, yang dibuat dan ditandatangani dr. Arabella Vonia Sari selaku dokter pemeriksa di RS Bhayangkara Tk. I Pusdokkes Polri Instalasi Kedokteran Forensik dan diketahui dr. Niken Budi S selalu Konsulen Forensik.

Kesimpulannya, pemeriksaan fisik tidak didapatkan tanda kekerasan. Pada pemeriksaan alat kelamin didapatkan robekan selaput dara akibat kekerasan tumpul yang melewati liang senggama. Pada pemeriksaan psikologi didapatkan trauma paska kejadian. (ger/rd)

Halaman:

Editor: Fahmi Akbar

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Indonesia vs Burundi : Kejar Ranking FIFA

Selasa, 28 Maret 2023 | 08:15 WIB

Buka Puasa Bersama

Senin, 27 Maret 2023 | 07:00 WIB
X