Minggu, 19 April 2026

TikTok Shop Ditutup, Pemkot Depok Buat Marketplace : UMKM Mesti Buat Manuver

- Kamis, 26 Oktober 2023 | 08:00 WIB
Wakil Walikota Depok, Imam Budi Hartono, bersama para anggota Poktan Sukamaju Farm. (Andika Eka)
Wakil Walikota Depok, Imam Budi Hartono, bersama para anggota Poktan Sukamaju Farm. (Andika Eka)

Menurut Qurtifa Wijaya, marketplace lokal yang akan dihadirkan Pemkot Depok akan membangkitkan kembali usaha yang dilakoni pedagang kecil maupun pelaku UMKM.

Apalagi, pemeritnah pusat melalui Kementerian Perdagangan (Kemendag) sudah mengeluarkan aturan yang tidak memperbolehkan e-commerce bergabung dengan platform media sosial.

"Dengan kebijakan pusat yang membatasi TikTok Shop berjualan produk yang ada, dapat berdampak pada bangkitnya kembali pasar kita. Jadi, memang salah satu yang menjadi keberatan TikTok Shuop dilarang, karena dia memonopoli platform sehingga platform lokal bertumbangan. Harapannya, mudah-mudahan dengan sudah dibatasi, kita bisa punya platform sendiri," papar Qurtifa Wijaya.

Baca Juga: DAM, Kepolisian, Jasa Raharja dan Dishub Kabupaten Bandung Edukasi Keselamatan Berkendara

Namun, Qurtifa Wijaya menyarankan, pedagang kecil maupun pelaku UMKM di Kota Depok dapat memanfaatkan platform yang sudah ada. Sehingga, lebih mudah untuk mengembangkan usahanya dalam sistem penjualan online.

"Menurut saya, lebih bagus dan lebih baik bergabung dengan platform yang sudah ada tinggal dibekali dengan latihan penjulan online. Di satu sisi, penjulan online memang berdampak, tapi di sisi lain kita tidak bisa menolak perkembangan teknologi," sebut Qurtifa Wijaya.

Baca Juga: Intip Beragam Program Bank Sampah Mawar Bahagia Duren Seribu, Manfaatkan Maggot, Sampah hingga Menyulap Minyak

Sekretaris Dinas Koperasi dan Usaha Mikro (DKUM) Kota Depok, Nani Zara mengatakan, untuk disrupsi digital atau transformasi digital bagi UMKM, bisa menjadi tantangan yang akan membawa hasil positif. Syaratnya, pegiat UMKM di Kota Depok merespon dengan baik dan bersikap adaptif.

Tantangan transformasi digital itu pernah dibahas ketika pelatihan digital marketing dari Provinsi Jawa Barat, dan ada tiga poin penting yang dibahas saat itu,” ungkap Nani Zara saat dikonfirmasi Radar Depok, Rabu (25/10).

Baca Juga: Gemarikan Sawangan Baru Disambut Antusias Warga

Nani Zara menjelaskan, mengingat pengetahuan teknologi para pelaku usaha masih rendah, maka harus belajar banyak terlebih dulu. Mereka harus mencari mentor, juga harus rajin mengikuti kelas kelas untuk meningkatkan kemampuan tentang transformasi digital serta pendukungnya.

Kedua. Menemukan platform digital. Platform digital ini kan banyak ya, tidak hanya TikTok Shop saja. Ada Shopee, Tokopedia, dan masih banyak lagi,” tutur Nani Zara.

Menurut Nani Zara, dengan adanya pelarangan TikTok Shop, pemerintah memiliki analisis yang lebih luas, tentang alasan kenapa hal itu dilakukan. Secara, keuntung ataupun kerugiannya bukan lagi di tingkat individu saja, tetapi masyarakat dan negara.

Baca Juga: Kelurahan Duren Seribu Garap Pembangunan Taman Bermain Anak

Disrupsi digital ini kan cepat berubah ya, yang tadinya di Facebook kemudian beralih ke Instagram, terus tahu-tahunya muncul TikTok. Jadi memang, pegiat UMKM juga harus lebih adaptif untuk menghadapi perubahan ini. Mati satu tumbuh seribu,” kata Nani Zara.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Polda Metro Jaya Amankan Ganja 6,2 Kg di Depok

Kamis, 16 April 2026 | 07:00 WIB
X