Minggu, 19 April 2026

TikTok Shop Ditutup, Pemkot Depok Buat Marketplace : UMKM Mesti Buat Manuver

- Kamis, 26 Oktober 2023 | 08:00 WIB
Wakil Walikota Depok, Imam Budi Hartono, bersama para anggota Poktan Sukamaju Farm. (Andika Eka)
Wakil Walikota Depok, Imam Budi Hartono, bersama para anggota Poktan Sukamaju Farm. (Andika Eka)

Lebih lanjut, selain pegiat UMKM harus adaptif. Mereka juga harus konsisten dengan target konsumennya. Apakah konsumennya di platform tertentu atau bisa berpindah-pindah, karena hal itu sangat variatif.

Baca Juga: Peran Warga Mudahkan Tugas Damkar Kota Depok Padamkan Kebakaran

Kemudian poin ketiga membahas soal strategi yang baru. Pegiat UMKM harus belajar lebih dalam dalam pemasarannya, agar pegiat UMKM ini dapat bertahan,” terang Nani Zara.

Nani Zara mengatakan, dari apa yang yang sudah diamati dari program pencetakan Wira Usaha Baru (WUB). Memang banyak pelaku usaha yang secara statistiknya didominasi oleh pendaftar ibu-ibu dengan rentang usia 40-50 tahun.

Mungkin ini menjadi tantangan tersendiri untuk menganalisis lebih dalam, tentang pengetahuan teknologinya. Apakah bisa di skill up atau menggunakan kerjasama dengan pihak-pihak yang memang spesialisasinya lebih ke pemasaran digital, sehingga pegiat UMKM ini lebih berfokus pada produksinya,” tutur Nani Zara.

Baca Juga: Wujudkan Kenyamanan Akses Konten Favorit, XL Prabayar Hadirkan Paket Khusus Star Series

Tetapi seiring banyaknya jumlah pelaku usaha yang tadinya berusia 40 tahun ke atas. Banyak juga muncul pelaku usaha dengan usia muda. Kemudian ada juga hasil penelitian perbandingan antara omzet dengan usia pelaku usaha yang memasarkan secara online, tetapi soal itu belum di publish.

Ada penilitan tentang korelasi kenaikan omzet dengan usia. Kenaikan omzet dengan sumber daya manusia (SDM), dan ternyata ini memang sangat keterkaitan. Ternyata, omzet teman-teman yang berusia muda bisa lebih tinggi melalui pemasaran secara online, dibandingkan dengan cara-cara yang biasa saja,” ungkap Nani Zara.

Baca Juga: Kedai Makmur, Tempat Nongkrong di Depok dengan Cita Rasa Tradisional

Nani Zara mengatakan, pada intinya dengan ditutupnya TikTok Shop ini cukup berpengaruh bagi pegiat usaha UMKM, terutama bagi mereka yang berpengetahuan rendah soal teknologi. Untuk itu, sangat disarankan bagi pelaku UMKM agar mengikuti perkembangan akan hal itu.

Mereka harus menangkap peluang-peluang dari berbagai pelatihan. Karena teknologi ini bergerak terus, dan pegiat usaha juga harus mengikutinya,” tutur Nani Zara.

Terpisah. Ketua UMKM Kelurahan Pondok Petir, Erma Sulistyaningsih mengaku tidak ada perubahan yang begitu signifikan terkait penjualan yang dilakukannya. Baik itu secara onine ataupun offline, terutama ketika TikTok Shop sudah ditutup.

Baca Juga: Kedai Makmur, Tempat Nongkrong di Depok dengan Cita Rasa Tradisional

Karena saya bersama para anggota yang lain kan lebih aktif berjualan secara offline. Ada juga anggota yang aktif jualan secara online, tetapi biasanya di Instagram. Ada juga sih yang berjualan lewat TikTok Shop. Tetapi karena sudah ditutup jadi beralih ke platform lain,” tutur Erma Sulistyaningsih.

Berkaitan dengan omzet yang didapat.Erma juga mengaku tidak terlalu berpengaruh. Sebab, dirinya bersama anggotanya yang lain lebih sering berjualan di kala ada event tertentu, dengan membuka stand seharian penuh.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Polda Metro Jaya Amankan Ganja 6,2 Kg di Depok

Kamis, 16 April 2026 | 07:00 WIB
X