Lebih lanjut, selain pegiat UMKM harus adaptif. Mereka juga harus konsisten dengan target konsumennya. Apakah konsumennya di platform tertentu atau bisa berpindah-pindah, karena hal itu sangat variatif.
Baca Juga: Peran Warga Mudahkan Tugas Damkar Kota Depok Padamkan Kebakaran
“Kemudian poin ketiga membahas soal strategi yang baru. Pegiat UMKM harus belajar lebih dalam dalam pemasarannya, agar pegiat UMKM ini dapat bertahan,” terang Nani Zara.
Nani Zara mengatakan, dari apa yang yang sudah diamati dari program pencetakan Wira Usaha Baru (WUB). Memang banyak pelaku usaha yang secara statistiknya didominasi oleh pendaftar ibu-ibu dengan rentang usia 40-50 tahun.
“Mungkin ini menjadi tantangan tersendiri untuk menganalisis lebih dalam, tentang pengetahuan teknologinya. Apakah bisa di skill up atau menggunakan kerjasama dengan pihak-pihak yang memang spesialisasinya lebih ke pemasaran digital, sehingga pegiat UMKM ini lebih berfokus pada produksinya,” tutur Nani Zara.
Baca Juga: Wujudkan Kenyamanan Akses Konten Favorit, XL Prabayar Hadirkan Paket Khusus Star Series
Tetapi seiring banyaknya jumlah pelaku usaha yang tadinya berusia 40 tahun ke atas. Banyak juga muncul pelaku usaha dengan usia muda. Kemudian ada juga hasil penelitian perbandingan antara omzet dengan usia pelaku usaha yang memasarkan secara online, tetapi soal itu belum di publish.
“Ada penilitan tentang korelasi kenaikan omzet dengan usia. Kenaikan omzet dengan sumber daya manusia (SDM), dan ternyata ini memang sangat keterkaitan. Ternyata, omzet teman-teman yang berusia muda bisa lebih tinggi melalui pemasaran secara online, dibandingkan dengan cara-cara yang biasa saja,” ungkap Nani Zara.
Baca Juga: Kedai Makmur, Tempat Nongkrong di Depok dengan Cita Rasa Tradisional
Nani Zara mengatakan, pada intinya dengan ditutupnya TikTok Shop ini cukup berpengaruh bagi pegiat usaha UMKM, terutama bagi mereka yang berpengetahuan rendah soal teknologi. Untuk itu, sangat disarankan bagi pelaku UMKM agar mengikuti perkembangan akan hal itu.
“Mereka harus menangkap peluang-peluang dari berbagai pelatihan. Karena teknologi ini bergerak terus, dan pegiat usaha juga harus mengikutinya,” tutur Nani Zara.
Terpisah. Ketua UMKM Kelurahan Pondok Petir, Erma Sulistyaningsih mengaku tidak ada perubahan yang begitu signifikan terkait penjualan yang dilakukannya. Baik itu secara onine ataupun offline, terutama ketika TikTok Shop sudah ditutup.
Baca Juga: Kedai Makmur, Tempat Nongkrong di Depok dengan Cita Rasa Tradisional
“Karena saya bersama para anggota yang lain kan lebih aktif berjualan secara offline. Ada juga anggota yang aktif jualan secara online, tetapi biasanya di Instagram. Ada juga sih yang berjualan lewat TikTok Shop. Tetapi karena sudah ditutup jadi beralih ke platform lain,” tutur Erma Sulistyaningsih.
Berkaitan dengan omzet yang didapat.Erma juga mengaku tidak terlalu berpengaruh. Sebab, dirinya bersama anggotanya yang lain lebih sering berjualan di kala ada event tertentu, dengan membuka stand seharian penuh.
Artikel Terkait
The Lost Word Castle, Suguhkan Pesona Kerajaan Ala Negeri Dongeng dan Pemandangan Gunung Merapi
Berenang dan Camping di Tempat Wisata Telaga Batu, Airnya Super Jernih Sebening Kaca
Kedai Makmur, Tempat Nongkrong di Depok dengan Cita Rasa Tradisional
SMAN 2 Depok Diedukasi Soal Kenakalan Remaja
Panwascam Tapos Laksanakan Sosialisasi Pengawasan Pemilu Partisipatif, Libatkan Partisipasi Masyarakat
Lomba MTQ Tingkat Kota Depok Dimulai, 41 Kafilah Cinere Siap Bersaing
DAM Apresiasi Komunitas Honda Melalui Fun Touring with Honda Community To Gunung Puntang
Teknisi Sepeda Motor Honda Indonesia Siap Adu Skill di Kompetisi Tingkat Dunia
Pastikan Kemenangan Prabowo Subianto – Gibran Rakabuming Raka di Depok, Pradi Supriatna : Rapatkan Barisan
Pira Depok : Prabowo Subianto – Gibran Rakabuming Raka Pasangan yang Pas
DPR RI Usulkan Resolusi Tentang Gaza, Separuh Suara Parlemen Dunia Mendukung