Timnas U-20 Israel berhak tampil di Piala Dunia U-20 Tahun 2023 Indonesia setelah menjadi finalis Piala Eropa U-19 Tahun 2022.
Sementara FIFA kembali datang ke Bali. Tujuannya adalah untuk melihat persiapan venue yang akan digunakan untuk piala Dunia U-20 nanti. Jika layak, maka Bali akan menjadi salah satu tempat bermainnya.
Kali ini, belasan perwakilan FIFA mendatangi Stadion Kapten I Wayan Dipta di Gianyar, Bali, pada Senin (27/3/2023).
Baca Juga: Resep Sayur Kuah Bening: Mudah dan Praktis, Cocok Disajikan Saat Sahur
Tak hanya pihak FIFA, para staf dari LOC dan INAFOC, kemudian pengelola stadion dan PSSI jumlahnya sekitar 40 orang melakukan inspeksi yang dibagi dalam 5 kelompok.
Diperinci lagi, mereka diantaranya ada Manajer Stadion Kapten I Wayan Dipta Richie Kurniawan, dan Ketua LOC Stadion Kapten I Wayan Dipta I Ketut Suantika.
Sedangkan dari pihak PSSI, terlihat ada Wakil Ketua Umum II PSSI Ratu Tisha Destria beserta Ketua Umum Asprov PSSI Bali I Ketut Suardana.
Baca Juga: Tarif Tol Jakarta-Semarang Maret 2023, Cek Disini
Sama dengan sebelumnya, mereka hadir untuk memeriksa sejumlah hal. Mulai dari tata kelola stadion secara menyeluruh mulai dari tingkat keamanan di stadion, marketing dan kompetisi, media, penyiaran, IT, sirkulasi pengunjung serta akreditasi hingga parkir.
“Kami datang langsung ke sini untuk mengecek langsung dan mengonfirmasi dengan LOC dan otoritas setempat di antaranya menyangkut tata kelola stadion, alur keluar masuk, dan area parkir,” ujar FIFA Team Project Venue Management, Christian Schmölzer.
Terkait dengan nasib Indonesia menjadi tuan rumah pun kian abu-abu. Christian Schmölzer mengatakan bukan kapasitasnya untuk memastikan Indonesia menjadi tuan rumah atau tidak.
Baca Juga: Mendagri Tito Ingatkan Kepala Daerah Dilarang Buka Bersama, Termasuk Pejabat Depok
Yang pasti, ia hadir untuk infeksi stadion. Meski ia tahu bahwa ada persoalan soal pembatalan drawing (pengundian) peserta piala dunia di Bali. “Jadi sekali lagi, kami tidak memiliki informasi tentang kelanjutan turnamen (di Indonesia),” ujarnya.
Disisi lain, Ketum Asprov PSSI Ketut Suardana yang hadir sebagai pendamping pun hanya bisa berharap agar Piala Dunia U-20 2023 tetap digelar di Indonesia.
Pasalnya, ini akan menjadi hal yang istimewa sekaligus dapat memperbaiki sepak bola di Indonesia. Ia juga berharap ada solusi terbaik agar rencana persiapan dari 2019 lalu ini bisa berjalan dengan baik.
Artikel Terkait
Hari Ini APA Diperiksa sebagai Korban, Kasus Pencemaran Nama Baik
Penukaran Uang Baru Sudah Dimulai, Berikut Ini Titik Pelayanan di Jabodetabek
Polda Metro Jaya Terapkan Sanksi Pidana bagi Pelaku Tawuran di Kota Depok
Indonesia Diujung Tanduk Sebagai Tuan Rumah Piala Dunia U20 dan Terancam di Banned FIFA
Diperiksa Terkait Dugaan Pencemaran Nama Baik, APA Mantan Pacar Mario Dandy Dicecar 13 Pertanyaan