RADARDEPOK.COM – Pemandangan warga Depok antre saat beli gas elpiji 3 kilogram (Kg) alias si melon, sepertinya hari ini tidak akan lagi terjadi.
Rabu (5/2), pemerintah memastikan pendistribusian ke pengecer bakal berjalan normal, tanpa adanya antrean yang mengular di seluruh wilayah, termasuk Kota Depok.
Hal ini diungkapkan langsung Direktur Jenderal (Dirjen) Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Migas) Kementerian ESDM, Achmad Muchtasyar saat melakukan peninjauan ke Pangkalan Gas Jul Chaidir, di Kelurahan Mekarjaya, Kecamatan Sukmajaya, Kota Depok, Selasa (4/1).
Baca Juga: Gas 3 Kilogram Sulit Dicari, Bahlil Lahadalia Sebut Biar Tidak Mahal Harganya
“Mulai hari ini (Kemarin), akan seperti sebelumnya (dijual di pengecer),” ujar Achmad Muchtasyar kepada Harian Radar Depok, Selasa (4/2).
Achmad Muchtasyar membantah adanya kelangkaan gas elpiji 3 kg. Hanya saja pemerintah ingin mengubah sistem pengecer tidak lagi boleh menjual Gas Elpiji 3 Kilogram, agar subsidi bisa tepat sasaran.
“Kelangkaan gas elpiji 3 kg tidak ada, barangnya ada, kami hanya mengganti sistem dari pengecer dilarikan ke pangkalan, tujuanya agar susbsidi bisa tepat sasaran,” ungkap dia.
Baca Juga: Cari Gas 3 Kilogram Sulit, Ketua DPRD Depok Ade Supriyatna Pantau Usaha Pertamina
Achmad Muchtasyar mengakui, perubahan sistem tersebut membuat kegaduhan ditengah masyarakat, dikarenakan belum terbiasa, dengan harus membeli gas elpiji 3 kg ke pangkalan.
“Biasanya kan masyarakat membeli gas tersebut di pengecer dekat rumahnya, tapi sekarang harus membeli agak jauh dari rumahnya,” ujar dia.
Menurut Achmad Muchtasyar, dengan adanya kejadian antrean panjang ini dan membuat heboh ditengah masyarakat. Pemerinah bakal mengembalikan lagi dengan sistem yang sama atau pengecer boleh menjual kembali gas elpiji 3 kg.
Baca Juga: Murah tapi Sengsara Nyari Gas 3 Kilogram di Depok, Pertamina Bilang Gini
“Namun, para pengecer ini harus ditingkatkan statusnya menjadi sub pangkalan, dengan mekanisme dan pengelolaan distribusi yang sama,” ucap dia.
Achmad Muchtasyar menjelaskan, peningkatan status pengecer ini bertujuan untuk digitalisasi dalam pengawasan agar subsidi tersebut bisa kembali tepat sasaran sesuai dengan Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditentukan.
“Hari ini (Kemarin), mungkin antrean masih cukup panjang, nah kalau bottle neck ini sudah terpecahkan, Insya Allah mulai hari ini dan seterusnya pendistribusian bisa lancar tanpa antre,” kata dia.
Artikel Terkait
Miliki Enam Alat Puja Bhakti, 500 Umat Khonghucu Sembahyang Penuhi Vihara Gayatri Kota Depok
Masuk Sekolah Negeri di Kota Depok Sekarang Ditangan RT RW? Begini Pandangan Pengamat hingga Anggota Dewan
Praperadilan Anggota DPRD Pelaku Asusila di Kota Depok Ditolak PN, Penetapan Tersangka Kepolisian Sudah Tepat
Kasus Asusila Anggota DPRD Kota Depok, Guru Besar Kriminolog UI : Polisi Bisa Jemput Paksa RK
Ketua DPRD Kota Depok Beberkan Status RK Usai Pengadilan Negeri Tolak Praperadilan : Masih Bisa Beraktivitas Hingga.....
Sukses! PN Depok Eksekusi Lahan 6,3 Hektar di Kedaung Depok Aman dan Lancar
Lesu! Anggota DPRD Depok RK Tersangka Asusila Ditahan, Pakai Sweater dan Sandal Jepit