Baca Juga: Mohammad Idris Unjuk Prestasi Depok Pada Momen Kemerdekaan, Ini Kata Dia
"Ini kesepakatan mereka, sampai dua pekan. Proses perizinan, sebagaimana yang sudah saya jelaskan. Pertama dia tentunya punya surat izin dari pemilik ruko bahwa pemilik ruko sudah mengizinkan. Kedua, pelayanan terpadu satu pintu (PTSP) akan konsul untuk melihat kelayakan dari ruko tersebut. Bukan ibadatnya ya, jangan salah paham," kata Mohammad Idris.
Idris mengatakan peribadatan di kapel tetap berlangsung meski online. Lokasi ruko merupakan tempat ibadah sementara dan tidak ada izin lingkungan. Dia menekankan saat ini sedang berlangsung penilaian kelayakan fisik kapasitas ruko untuk ibadah sementara.
"Untuk (izin) kapel, itu rumah ibadah sementara, itu tidak ada izin lingkungan. Jadi rekomendasi saja, nggak ada izin lingkungan, paham ya?" tegas dia.
Baca Juga: Puluhan Siswa di Depok Terjangkit Wabah Cacar Air, Sekolah Diliburkan
Idris mengaku, Kota Depok adalah sebuah kota milik bersama, yang harus dijaga tentang kenyamanan dan ketentraman pada kota ini.
“Ya jangan di usik-usik, jangan karena satu masalah Kota Depok sudah di cap sebagai Kota Intoleran, bahkan di zaman nabi ada zina kok, masa iya kita harus bilang itu negara zina,” kata dia.
Jika Kota Depok di cap sebagai Kota Intoeran, Idris mengaku bahwa sudah meresmikan beberapa gereja di Kota Depok. “Bahkan saya menghadiri, tanda tangan, masuk dan ini enggak satu dua yang saya lakukan ada beberapa,” ujar dia.
Baca Juga: Wakil Walikota Depok Imam Budi Hartono Sebut Perbaikan Jembatan Serab Bulan Ini, Mohon Doa
Di Kota Depok sendiri, terdapat 8 gereja khatolik dan 161 gereja protestan. Paling banyak berada di wilayah Kecamatan Pancoranmas dan kedua adalah Kecamatan Cimanggis.
“Selain itu kami tidak pernah mengusik-ngusik semua gereja tersebut, seperti tentang perizinan dan lainya,” ucap dia.
Bahkan, kedepanya akan meresmikan sebuah gereja Nias. Idris mengajak masyarakat untuk menonton dirinya dalam peresmian tersebut. “Tonton saya, kalau perlu saya masuk ke gereja, jika diperlukan lagi saya khutbah di gereja,” geram dia.
Baca Juga: Tujuh Kelurahan Kekeringan, 3.236 Warga Depok Terima Air Bersih
Menurut Idris, yang mengatakan Kota Depok intoleran hanyalah segelintir orang, termasuk orang-orang politik. “Saya minta masalah ini tidak di politisasi, kalau yang berani mempolitisi ini akan tau rasanya,” tegas dia.
Sementara, Pngurus Kopel GBI Cinere, Didi S Natha menyebut, ini hanya miss persepsi saja diantara pihak dilapangan, sehingga sempat terjadi kegaduhan. Tapi mudah mudahan permasalahan ini bisa terselesaikan secara damai tanpa melukai pihak manapun juga.
Artikel Terkait
7 Wisata ala Jepang di Indonesia yang Rekomended buat Sobat Depok, Gratis, loh!
3 Tempat Wisata Instagramable yang paling Dekat dengan Depok, Banyak Spot Foto Menarik, loh!
Warga Depok Wajib nih Berlibur ke 5 Tempat Wisata Keren ini, Serasa Liburan ke Luar Negeri
4 Tempat Wisata Keren ini Cocok Buat Sobat Depok yang Lagi Liburan ke Bandung, Nyali Kamu akan Diuji
4 Tempat Wisata Kebun Teh Gratis yang tidak Kalah Keren dengan Puncak, Cocok Banget buat Liburan Sobat Depok
4 Tempat Wisata Paling Keren di Bandung, Nomor Tiga bisa bikin Sobat Depok Degdegan
Sobat Depok Mau Healing? 6 Tempat Wisata Alam di Bogor ini Pilihannya, Banyak Spot Foto Instagramable, loh!