Minggu, 19 April 2026

Tidak Antre, Tapi Stok Si Melon Kosong di Depok

Fahmi Akbar, Radar Depok
- Kamis, 6 Februari 2025 | 09:15 WIB
KOSONG : Gas melon kosong di Pangkalan Gas Elpiji Abdul Rajab RT4/3 Kelurahan Duren Mekar, Kecamtan Bojongsari, Rabu (5/2). (RISKY DWI LESTARI/RADAR DEPOK)
KOSONG : Gas melon kosong di Pangkalan Gas Elpiji Abdul Rajab RT4/3 Kelurahan Duren Mekar, Kecamtan Bojongsari, Rabu (5/2). (RISKY DWI LESTARI/RADAR DEPOK)

RADARDEPOK.COM – Janji pemerintah tidak ada antrean benar terjadi di Kota Depok, Rabu (5/2). Tapi sayang, keberadaan gas 3 kilogram (Kg) alias si melon dieceran dan pangkalan justru mengalami kekosongan.

Sekalinya ada hanya ada 10 persen. Contohnya di pangkalan gas, Abdul Rajab Aji Purnama RT 4/3, Kelurahan Duren Mekar, Kecamatan Bojongsari, Depok.

Pasca beberapa hari kemarin adanya antrean membuat pangkalan menjadi semrawut menerima pembeli. Dan kini pangkalan tersebut mengalami kekosongan stok serta belum ada pengiriman.

Baca Juga: PKB Minta Pemkot Depok Tentukan HET Gas 3 Kilogram, Begini Penjelasannya!

Kepada Radar Depok, Abdul Rajab mengatakan, biasanya menerima 1.200 tabung per bulan. Beberapa hari kemarin harus menghadapi antrean dan pengiriman disetop ke pengecer.

“Dulu, pangkalan gas kami hanya melayani lingkungan sekitar, namun sekarang dengan adanya kelangkaan, warga dari kelurahan lain pun ikut antre juga kemarin,” tutur Abdul kepada Radar Depok, Rabu (5/2).

Kondisi tersebut mempengaruhi distribusi gas terhadap konsumen, termasuk yang berasal dari luar wilayah sekitar. Saat ini kosong, perharinya sekarang 10 persen sebelumnya 50 persen.

Baca Juga: M Faizin Sentil Kinerja Dishub Jawa Barat Buntut Kecelakaan Maut Gerbang Tol Ciawi 2

“5 paling banyak hanya untuk pengecer. Sebelumnya 55 tabung untuk rumah tangga dan UMKM dalam sehari,” ungkap dia.

Sejak kelangkaan, harga gas melon yang semula stabil di Rp19.000 per tabung tetap dipertahankan untuk di pangkalannya. Meski harga di beberapa tempat bisa mencapai Rp24 hingga Rp 28 ribu.

Abdul Rajab menekankan, harga dipangkalannya tetap sesuai dengan Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah. Dia tidak ada niat untuk memanfaatkan kelangkaan tersebut. Harga di pangkalannya Rp 19 ribu.

Baca Juga: Warga Abadijaya Depok Desak Pemkot Hentikan Incinerator, 36 Jiwa Kena ISPA

“Saya gak mau manfaatin keadaan. Saya mah konsisten aja, karena saya merasa lebih kasihan jika warga tidak bisa mendapatkan gas yang mereka butuhkan,” kata Abdul.

Abdul Rajab belum yakin kebijaakan pemerintah yang menyarankan penetapan sub-pangkalan untuk mengontrol distribusi gas ke pengecer.

Terpisah, pengecer gas di Duren Mekar, Yati mengeluhkan adanya pembatasan pasokan gas dari pangkalan. “Sehari, saya hanya bisa mengisi 4 tabung gas, padahal sebelumnya bisa lebih banyak,” kata Yati.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Polda Metro Jaya Amankan Ganja 6,2 Kg di Depok

Kamis, 16 April 2026 | 07:00 WIB
X