Singkat cerita pada tahun 2024, FI mendengar kabar bahwa rumah tersebut sudah dipindahtangan ke orang lain, tanpa ada pemberitahuan kepadanya.
"Betapa liciknya orang tersebut, berani mengatasnamakan agama untuk memuluskan tipu daya kepada para konsumen yang hingga saat ini sudah melapor ke polisi namun tak kunjung ditindaklanjuti," geram FI.
Sementara itu Kasatreskrim Polres Metro Depok, AKBP Bambang Prakoso mengatakan, saat ini pihaknya masih memproses dugaan pada kasus tersebut.
"Masih berproses ya. Karena pembuktian tindak pidananya perlu tahapan," kata AKBP Bambang.
Selain itu, sambung AKBP Bambang, pada proses ini juga perlu keterangan-keterangan untuk menyimpulkan apakah kasus ini merupakan penipuan atau penggelapan.
"Bila masih sumir (Tidak jelas) juga, maka kami membutuhkan pendapat ahli hukum pindana dan hukum perdata. Kasus ini akan kami update ke pelapor," kata AKBP Bambang.
Diketahui sebelumnya, korban lainnya berinisial AYP menjelaskan, dugaan penggelapan uang yang menimpanya itu terjadi pada Oktober 2023, saat dirinya diminta orang tuanya untuk mencari rumah.
Baca Juga: PT Tirta Asasta Depok Komitmen Jaga Kualitas Air saat Musim Hujan, Pastikan Tetap Layak Konsumsi
Karena temannya berinisial AR mengaku sebagai pengembang perumahan, akhirnya ia memutuskan untuk membeli rumah di rekannya tersebut yang terletak di Kelurahan Duren Seribu, Kecamatan Bojongsari, Kota Depok.
“Kejadiannya itu pada Oktober 2023. Jadi saya disuruh sama bapak untuk cari rumah. Saya kepikiran teman saya, AR, karena dia dari dulu suka cerita kalau bapaknya (AB) punya perumahan,” ungkap AYP kepada Radar Depok, Jumat (11/7).
Baca Juga: DPRD Kabupaten Bangka Meniti Ilmu PBB Ke Serua Depok, Capaian Tertinggi Se-Bojongsari
Mengingat rekannya itu mengaku sebagai pengembang perumahan, AYP akhirnya menghubungi AR. Dalam hal ini, korban menjelaskan kepada terduga pelaku kalau dirinya sedang mencari rumah dibawah harga Rp200 juta.
“Jujur, memang saya ini orang yang kurang paham dengan alur jual beli rumah. Karena itu akhirnya saya mempercayai teman saya ini, karena memang teman dekat saya dulu pas SMP. Akhirnya saya hubungi AR. Saya jelasin ke dia, kalau saya lagi cari rumah di bawah Rp200 juta. Karna budget nya cuma ada segitu,” terang AYP.
Artikel Terkait
Nama Kodim Depok Dicatut Soal Penipuan Kue, Begini Kronologis Lengkapnya
Waspada, Modus Penipuan Terbaru Mengatasnamakan DJP
Polsek Bojongsari Respon Cepat Korban Penipuan Rempeyek Viral Ibu Fatimah, Beri Bantuan Paket Sembako
Pasutri di Depok Ini Dibekuk Polisi Gegara Lakukan Penipuan Pakai Qris Palsu, Kantongi Rp15 Juta dari Dua Konter
Waspada Link Palsu BSU, Kemnaker: Selain Situs Resmi Penipuan!